Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
Sukabumi (buseronline.com) Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat gerakan tanam serentak seluas sekitar 50 ribu hektare yang terseba
Ekonomi satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pascabencana Alam Sumatera 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam memasuki fase pemulihan pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Fokus utama konsorsium diarahkan pada percepatan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak melalui kontribusi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dilansir dari laman Diktisaintek, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, dalam arahannya menegaskan bahwa pembentukan konsorsium perguruan tinggi merupakan kebutuhan mendesak agar seluruh potensi akademik dapat digerakkan secara terintegrasi dan memberikan dampak nyata.
“Bencana yang terjadi di Sumatera tidak bisa ditangani secara parsial. Kita membutuhkan konsorsium agar kepakaran, riset, dan sumber daya perguruan tinggi dapat bergerak secara terkoordinasi, terarah, dan tepat sasaran,” ujar Fauzan.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan kerangka pemulihan dan rekonstruksi nasional melalui pembentukan satuan kerja khusus sesuai dengan keputusan presiden. Kebutuhan anggaran pemulihan diperkirakan mencapai Rp60 T yang akan dialokasikan berdasarkan rencana aksi yang terukur serta penguatan ekosistem akademik nasional.
Dalam konteks tersebut, pemetaan wilayah kritis terdampak bencana, pengorganisasian kepakaran, serta penguatan basis data ahli kebencanaan dari perguruan tinggi dinilai menjadi langkah krusial. Fauzan menyebutkan, saat ini telah terdata puluhan pakar kebencanaan dari berbagai kampus yang siap diterjunkan ke lapangan.
“Konsorsium ini akan membantu kami dalam mendelegasikan para pakar tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Dirjen Fauzan juga memperkenalkan program “Mahasiswa Berdampak” yang mengintegrasikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendanaan proposal mahasiswa agar terlibat langsung dalam proses pemulihan di daerah terdampak bencana.
Program ini disiapkan dengan total anggaran sekitar Rp18 M hingga Rp20 M untuk mendukung 150 proposal mahasiswa, dengan pendanaan maksimal Rp120 juta per proposal.
Selain aspek teknis dan akademik, Fauzan menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, peran media nasional dan konten edukasi sangat dibutuhkan agar proses pemulihan dapat dipahami serta didukung secara luas oleh masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal MRPTNI, Muryanto Amin, menyampaikan bahwa pembentukan konsorsium ini merupakan tindak lanjut dari berbagai diskusi yang telah dilakukan oleh para pimpinan perguruan tinggi negeri.
“Kami ingin memastikan kerja perguruan tinggi dalam penanganan pascabencana memiliki acuan bersama. Diperlukan rule book, komitmen, dan pembagian peran yang jelas agar upaya pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” ungkapnya.
Sebagai tuan rumah kegiatan, Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menyatakan komitmen UI dalam mendukung penanganan bencana melalui berbagai program yang telah dijalankan secara berkelanjutan.
“Selama lebih dari satu dekade, Universitas Indonesia terlibat aktif dalam respons kebencanaan melalui program UI Peduli. Pengalaman tersebut kami bawa untuk memperkuat kerja konsorsium, khususnya di bidang kesehatan, teknik, dan sosial,” ujarnya.
Heri juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk kemudahan akses dan pendampingan administrasi pendidikan bagi peserta didik.
“Pemulihan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga memastikan anak-anak dan generasi muda tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan baik,” katanya.
Melalui pembentukan konsorsium yang dihadiri oleh para rektor, wakil rektor, serta penanggung jawab dari sejumlah perguruan tinggi negeri anggota MRPTNI tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi sebagai pusat solusi berbasis riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di wilayah Sumatera. (R)
Sukabumi (buseronline.com) Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat gerakan tanam serentak seluas sekitar 50 ribu hektare yang terseba
Ekonomi satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan program nasional bertajuk Desa Matang Pengadaan sebagai upaya m
Hukum & Peristiwa 2 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL)
Ekonomi 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah
Pendidikan 4 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan kesiapan sektor peternakan dalam menghadapi Idul Ad
Kesehatan 5 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Jepang dalam penin
Ekonomi 6 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO memperingatkan potensi krisis pangan global akibat meningkatnya ketega
Ekonomi 7 jam lalu
Kupang (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti berbagai potensi kerawanan korupsi dalam pelaksanaan Seleksi Penerim
Hukum & Peristiwa 7 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menilai potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak opsen M
Ekonomi 8 jam lalu
Rembang (buseronline.com) Mulai 1 Juni 2026, layanan pemasangan ring jantung atau kateterisasi jantung (cath lab) di RSUD dr R Soetrasno R
Kesehatan 9 jam lalu