Rabu, 10 Juni 2026

Jawa Tengah Tingkatkan Penambahan Sekolah Rakyat, 14 Titik Telah Beroperasi

Rabu, 14 Januari 2026 09:18 WIB
Jawa Tengah Tingkatkan Penambahan Sekolah Rakyat, 14 Titik Telah Beroperasi
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menyampaikan keterangan terkait pengembangan Sekolah Rakyat usai peresmian nasional di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). (Dok/Humas Jateng)

Banjarbaru (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 titik berada di Provinsi Jawa Tengah.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menjelaskan bahwa 14 Sekolah Rakyat yang ada tersebar di 13 kabupaten/kota. Sekolah rakyat rintisan ini telah operasional sejak Juli hingga September 2025, menampung total 1.275 anak didik dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Beberapa lokasi sekolah di antaranya berada di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta, Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.


“Alhamdulillah, dari 1.275 anak itu diasramakan, dan semua betah,” kata Imam saat ditemui di lokasi peresmian.


Selain 14 titik yang sudah ada, Pemprov Jawa Tengah menargetkan penambahan sekolah rakyat pada 2026. Kolaborasi dengan kabupaten/kota ditujukan untuk membangun sekolah di Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang. Keempat sekolah tersebut diperkirakan akan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027.


Imam menambahkan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, program Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga siswa.


“Pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” ujarnya.


Misalnya, keluarga yang rumahnya tidak layak akan diperbaiki, yang belum berlistrik akan difasilitasi, dan akses air bersih maupun jamban juga akan dipenuhi.


Selain itu, dilansir dari laman Humas Jateng, Dinsos Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan program usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan kemandirian keluarga siswa. “Anak-anaknya disekolahkan, keluarganya diberdayakan,” jelas Imam.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa Sekolah Rakyat menjadi instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut. Saat ini, Jawa Tengah memiliki 14 titik rintisan sekolah rakyat, ditambah beberapa sekolah vokasi milik Pemprov seperti SMK Jateng di Semarang, Pati, dan Purbalingga.


“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat. Tujuannya di Jawa Tengah sangat pas, satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan sekolah vokasi karena Jawa Tengah diproyeksikan sebagai investasi padat karya,” ujar Luthfi di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 45 Semarang.


Sistem boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat juga menekankan pendidikan moral, disiplin, dan perilaku mandiri. Kehidupan asrama diharapkan membentuk mental dan karakter anak secara menyeluruh.


Dengan program ini, pemerintah provinsi berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan terpadu yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga siswa. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru