Indramayu (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare dalam rangka mendukung program swasembada kedelai nasional.
Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM berharap penanaman kedelai tersebut dapat menghasilkan panen yang optimal dan meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Barat.
"Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat," ujarnya.
KDM juga mengingatkan petani agar meninggalkan sejumlah kebiasaan yang dinilai kurang tepat dalam budidaya kedelai, seperti memanen tanaman saat masih hijau dan melakukan penanaman secara terus-menerus tanpa jeda.
Menurutnya, intensitas tanam padi yang tinggi akibat curah hujan yang melimpah telah menyebabkan penurunan kualitas tanah. Saat ini, petani di sejumlah daerah bahkan mampu menanam padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun.
"Penanaman padi saat ini tidak pernah berhenti, karena hujannya banyak, bisa tanam setahun tiga kali bahkan empat kali, tidak ada jeda. Dampaknya tingkat kesuburan tanahnya menurun, pH-nya di bawah 4," kata KDM.
Untuk menjaga kesuburan tanah, ia mengusulkan penerapan pola tanam tumpang sari atau rotasi tanaman dengan menyisipkan kedelai dan kacang-kacangan dalam siklus pertanian.
"Kepada Dinas Pertanian, setahun sekali tanam kedelai dan tanam kacang itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat," ujarnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Sujono Djojohadikusumo, menyebut Indonesia hingga kini masih mengimpor kedelai dari sejumlah negara seperti Brazil, Argentina, dan Amerika Serikat.
Ketergantungan impor tersebut membuat kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada transaksi menggunakan dolar Amerika Serikat.
Menurut Hashim, program swasembada kedelai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena dapat menekan ketergantungan impor sekaligus menjaga stabilitas harga produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan luas tanam kedelai nasional mencapai satu juta hektare dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan menyalurkan bibit unggul kepada petani di seluruh Indonesia.
Di lokasi yang sama, Penasehat Koperasi Bareng Bareng Sugih (BBS), Mulyadi, mengatakan program penanaman kedelai merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia berharap Kabupaten Indramayu dapat terus berkontribusi sebagai salah satu lumbung pangan nasional melalui pengembangan komoditas pertanian yang berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar