Selasa, 07 April 2026

500 Pelajar SMKN 1 Banjarbaru Diberi Edukasi Densus 88 tentang Bahaya Radikalisme di Media Sosial

Kamis, 08 Januari 2026 11:14 WIB
500 Pelajar SMKN 1 Banjarbaru Diberi Edukasi Densus 88 tentang Bahaya Radikalisme di Media Sosial
Ratusan pelajar SMKN 1 Banjarbaru bersama tim Densus 88 AT Polri menunjukkan komitmen menolak paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme saat kegiatan Densus 88 Goes to School di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (06/01/2026). (Dok/Hu

Banjarbaru (buseronline.com) - Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda terus diperkuat. Dilansir dari laman Humas Polri, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan edukatif bertajuk Densus 88 Goes to School di SMKN 1 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 pelajar yang antusias mengikuti sosialisasi pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).


Kegiatan ini merupakan langkah preventif Polri untuk membentengi pelajar dari pengaruh ideologi berbahaya, khususnya yang marak menyasar anak-anak usia sekolah melalui media sosial dan platform digital.


Dalam pemaparannya, perwakilan Densus 88 AT Polri, Iptu Arini Rizkiyanti SH, menjelaskan bahwa pola penyebaran paham radikal saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya dilakukan secara tatap muka dan tertutup, kini kelompok radikal memanfaatkan ruang digital sebagai sarana utama propaganda.


“Media sosial menjadi medan utama penyebaran paham radikal. Anak-anak usia sekolah menjadi target karena mereka sedang berada pada fase pencarian jati diri, emosinya masih labil, dan relatif mudah terpengaruh oleh konten yang beredar di dunia maya,” jelas Iptu Arini.


Ia menambahkan, kejahatan terorisme kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak muda dengan memanfaatkan algoritma media sosial untuk menjaring individu-individu yang rentan. Kondisi tersebut membuat pelajar berpotensi menjadi korban, bahkan terlibat dalam jaringan terorisme tanpa disadari.


Sementara itu, Brigadir Eko Sutrisno SSos, yang turut menjadi narasumber, mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dan kritis dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi serta menjauhi konten yang mengandung unsur kekerasan, kebencian, dan provokasi.


“Kami ingin para pelajar memiliki filter yang kuat di dunia maya, sehingga tidak mudah terpengaruh narasi radikal yang dapat merusak masa depan dan cita-cita mereka,” ujarnya.


Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi juga berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim Densus 88 AT Polri membagikan kuesioner kepada para pelajar guna memetakan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pencegahan radikalisme serta literasi digital mereka dalam menghadapi konten bermuatan ekstremisme.


Melalui program Densus 88 Goes to School, Polri berharap para pelajar SMKN 1 Banjarbaru tidak hanya mampu melindungi diri dari pengaruh paham radikal, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai toleransi, kedamaian, dan kebhinekaan di lingkungan sekolah maupun di media sosial.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam menjaga generasi muda Indonesia agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh ideologi kekerasan. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
Irwil V Itwasum Polri Tinjau Mapolsek Kamuu Pasca Penyerangan OTK
Dirkamsel Korlantas Tekankan Integritas dan Ketelitian dalam Apel Pagi NTMC
komentar
beritaTerbaru