Selasa, 07 April 2026

Densus 88 AT Polri Hadir di SMA Tunas Daud Denpasar, Berikan Edukasi Khusus

Rabu, 07 Januari 2026 11:14 WIB
Densus 88 AT Polri Hadir di SMA Tunas Daud Denpasar, Berikan Edukasi Khusus
Tim Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri berfoto bersama siswa dan pihak sekolah usai kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme dan kekerasan di SMA Yayasan Tunas Daud, Denpasar, Senin (5/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Denpasar (buseronline.com) - Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan kekerasan di kalangan generasi muda terus digencarkan Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Melalui Tim Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri, sosialisasi pencegahan Ideologi Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) digelar di SMA Yayasan Tunas Daud, Denpasar, Bali, Senin.


Kegiatan yang diikuti sekitar 250 siswa dan siswi tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam menangkal penyebaran paham radikal sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah. Edukasi ini juga menjadi bagian dari strategi preventif Polri dalam melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi berbahaya yang dapat mengancam persatuan dan masa depan bangsa.


Kepala SMA Yayasan Tunas Daud, Dian Martina, menyambut positif dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dari Densus 88 AT Polri sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar agar mampu mengenali serta menghindari paham-paham menyimpang yang berpotensi memicu kekerasan.


“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi oleh tim Densus 88 AT Polri terkait pencegahan radikalisme dan kekerasan pada pelajar. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi ke depan serta bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ujar Dian Martina.


Dalam sesi pemaparan materi, dilansir dari laman Humas Polri, narasumber dari Densus 88 AT Polri, Briptu Lalu Fendi Irawan, menjelaskan secara komprehensif mengenai bahaya paham IRET serta pola-pola penyebarannya yang kini semakin masif, terutama melalui media sosial dan platform digital.


Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya keterpaparan anak di bawah umur terhadap ideologi radikal yang berpotensi menjerumuskan mereka pada tindakan ekstrem.


“Kami berharap seluruh peserta dapat memahami bahaya paham IRET dan mampu menjadi mitra Densus 88 dalam melakukan pencegahan penyebaran paham tersebut di lingkungan masing-masing, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tegas Briptu Lalu Fendi.


Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara siswa dan narasumber. Para pelajar tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan pendapat terkait isu radikalisme, toleransi, serta peran generasi muda dalam menjaga perdamaian.


Untuk meningkatkan semangat partisipasi, petugas juga memberikan souvenir custom berisi pesan-pesan kontra-narasi radikalisme kepada siswa yang aktif berdiskusi.


Sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama antara Polri dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, serta bebas dari pengaruh paham kekerasan dan ekstremisme.


Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para pelajar dengan pengetahuan dan kesadaran kritis agar mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
Irwil V Itwasum Polri Tinjau Mapolsek Kamuu Pasca Penyerangan OTK
Dirkamsel Korlantas Tekankan Integritas dan Ketelitian dalam Apel Pagi NTMC
komentar
beritaTerbaru