Selasa, 07 April 2026

Kapolri Pantau Aceh Tamiang, Pastikan Sekolah Bisa Beroperasi Cepat

Jumat, 02 Januari 2026 11:20 WIB
Kapolri Pantau Aceh Tamiang, Pastikan Sekolah Bisa Beroperasi Cepat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah) berfoto bersama jajaran Polri, pihak sekolah, dan masyarakat saat meninjau kegiatan pembersihan SMP Swasta Islam di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (31/12/2025). (Dok/Humas Polri)
Aceh (buseronline.com) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kegiatan pembersihan sejumlah fasilitas pendidikan dan permukiman pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu.

Dalam kunjungannya, Kapolri menargetkan sekolah-sekolah yang terdampak bencana dapat kembali beroperasi pada awal Januari 2026.

Dilansir dari laman Humas Polri, peninjauan dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya SMP Swasta Islam, TK Bhayangkari, Asrama Polisi (Aspol) Polsek Kota Kuala Simpang, serta area rencana pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) yang akan dibangun oleh Polri bagi masyarakat terdampak bencana alam.

Kapolri menegaskan, Polri bersama masyarakat dan pihak sekolah terus melakukan percepatan pembersihan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.

“Harapan kita khusus untuk sekolah-sekolah, tanggal 5 Januari sudah mulai masuk. Kita kejar pembersihan ini secepat mungkin, sehingga tanggal 5 Januari sekolah-sekolah sudah bisa beroperasional,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Aceh Tamiang.

Menurut Kapolri, di wilayah Aceh Tamiang terdapat sebanyak 38 sekolah yang menjadi sasaran kegiatan pembersihan. Ia berharap, melalui semangat gotong royong antara personel kepolisian dan masyarakat, anak-anak dapat segera kembali belajar di sekolah.

“Kita kejar di sisa waktu yang ada,” tegasnya.

Selain memastikan kesiapan fasilitas pendidikan, Kapolri juga meninjau dan memastikan progres rencana pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi warga yang terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana, mulai dari pembersihan hingga tahap rekonstruksi dan relokasi.

“Yang jelas kita ingin memastikan ada progres terkait kegiatan di Aceh Tamiang, mulai dari pembersihan, pembangunan huntap maupun huntara,” kata Sigit.

Untuk mendukung penanganan bencana di Aceh Tamiang, Polri telah mengerahkan sejumlah alat berat serta menurunkan sebanyak 1.102 personel kepolisian. Personel tersebut terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembersihan puing, bantuan kemanusiaan, hingga pendampingan masyarakat terdampak.

Kapolri menegaskan, Polri akan terus berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak bencana, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di wilayah lain seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Kita harus memastikan bahwa proses pascabencana, rekonstruksi, relokasi, hingga pengaktifan kembali aktivitas masyarakat berjalan dengan baik. Polri akan terus bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” tutup Kapolri.

Melalui langkah ini, Polri berharap pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat di Aceh Tamiang dapat kembali normal. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
Irwil V Itwasum Polri Tinjau Mapolsek Kamuu Pasca Penyerangan OTK
Dirkamsel Korlantas Tekankan Integritas dan Ketelitian dalam Apel Pagi NTMC
komentar
beritaTerbaru