Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
Sukabumi (buseronline.com) Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat gerakan tanam serentak seluas sekitar 50 ribu hektare yang terseba
Ekonomi 13 menit lalu
Semarang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menggelar soft launching Jejaring Karier Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), Selasa.
Peluncuran ini menjadi langkah awal implementasi platform strategis yang dirancang sebagai sarana fasilitasi kolaborasi antara alumni PMDSU dengan perguruan tinggi, lembaga riset, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat kontribusi talenta doktor muda bagi pembangunan pendidikan tinggi dan riset nasional.
Dilansir dari laman Diktisaintek, kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI, para promotor, alumni, serta mahasiswa penerima beasiswa PMDSU.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa PMDSU merupakan salah satu kebijakan unggulan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia doktor yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki karakter kepemimpinan ilmiah.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program PMDSU tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan oleh para alumninya.
“Alumni PMDSU merupakan sumber talenta strategis bagi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dosen dan peneliti nasional. Karena itu, kami mendorong perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk secara aktif memanfaatkan platform Jejaring Karier PMDSU sebagai rujukan dan basis kolaborasi,” ujar Khairul Munadi.
Ia menjelaskan, Jejaring Karier PMDSU dirancang sebagai ruang interaksi yang dinamis antara lulusan maupun calon lulusan PMDSU dengan institusi pengguna, sehingga proses pertemuan antara talenta dan kebutuhan institusi dapat berlangsung secara terbuka, berkelanjutan, dan berbasis data.
“Koneksi antara lulusan dan calon lulusan PMDSU dengan kebutuhan institusi dapat terus di-engage melalui platform ini,” tambahnya.
Menurut Khairul, Jejaring Karier PMDSU bukan merupakan sistem penempatan kerja, melainkan instrumen fasilitasi kebijakan. Melalui platform ini, negara hadir untuk mempertemukan potensi talenta doktor muda dengan kebutuhan institusi pendidikan tinggi dan riset secara transparan dan terukur.
Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya, Sri Suning, menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas platform tersebut.
“Platform Jejaring Alumni PMDSU yang sudah dikembangkan membutuhkan kontribusi semua pihak agar pemutakhiran dan kualitas datanya tetap terjaga. Keterhubungan alumni PMDSU ini merupakan salah satu strategi untuk menguatkan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia,” ujar Sri Suning.
Melalui Jejaring Karier PMDSU, alumni dapat menampilkan profil, bidang keilmuan, serta portofolio keahlian, sementara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra lainnya dapat menyampaikan kebutuhan sumber daya manusia sesuai bidang keilmuan. Platform ini juga berfungsi sebagai basis data analitik untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Hingga saat ini, Program PMDSU telah melibatkan 28 perguruan tinggi penyelenggara dengan total 1.719 mahasiswa. Program tersebut menghasilkan 3.164 publikasi terindeks internasional bereputasi, memperluas jejaring akademik global melalui mobilitas dan kerja sama di 40 negara mitra PKPI, serta melahirkan 873 alumni yang berpotensi besar memperkuat regenerasi dosen dan peneliti nasional.
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menekankan bahwa setiap program pengembangan sumber daya manusia harus menghasilkan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Direktorat Sumber Daya sebagai pengampu program diharapkan terus menyempurnakan platform Jejaring Karier PMDSU secara bertahap, adaptif, dan partisipatif dengan melibatkan masukan dari para pemangku kepentingan.
Soft launching ini menandai dimulainya fase implementasi awal Jejaring Karier PMDSU sekaligus menjadi fondasi penguatan ekosistem alumni PMDSU yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan tinggi dan riset Indonesia. (R)
Sukabumi (buseronline.com) Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat gerakan tanam serentak seluas sekitar 50 ribu hektare yang terseba
Ekonomi 13 menit lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan program nasional bertajuk Desa Matang Pengadaan sebagai upaya m
Hukum & Peristiwa 58 menit lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL)
Ekonomi 2 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah
Pendidikan 3 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan kesiapan sektor peternakan dalam menghadapi Idul Ad
Kesehatan 4 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Jepang dalam penin
Ekonomi 5 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO memperingatkan potensi krisis pangan global akibat meningkatnya ketega
Ekonomi 5 jam lalu
Kupang (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti berbagai potensi kerawanan korupsi dalam pelaksanaan Seleksi Penerim
Hukum & Peristiwa 6 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menilai potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak opsen M
Ekonomi 7 jam lalu
Rembang (buseronline.com) Mulai 1 Juni 2026, layanan pemasangan ring jantung atau kateterisasi jantung (cath lab) di RSUD dr R Soetrasno R
Kesehatan 8 jam lalu