Minggu, 24 Mei 2026

Kemdiktisaintek Perkuat Pendidikan Tinggi Vokasi untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Nasional

Senin, 22 Desember 2025 09:18 WIB
Kemdiktisaintek Perkuat Pendidikan Tinggi Vokasi untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Nasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto berfoto bersama para pimpinan politeknik negeri se-Indonesia pada Lokakarya Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI) di Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Sabtu (20/12/2025). (Dok/Dik
Depok (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran pendidikan tinggi vokasi sebagai garda terdepan dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menghadiri Lokakarya Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI) di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Sabtu.

Lokakarya ini menjadi forum konsolidasi strategis bagi pimpinan politeknik negeri dari seluruh Indonesia untuk memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Fokus utama diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas lulusan vokasi agar adaptif terhadap kebutuhan industri serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Dalam arahannya, Mendiktisaintek menegaskan bahwa penguatan SDM vokasi merupakan mandat strategis pemerintah agar pendidikan tinggi Indonesia tidak tertinggal dari dinamika global. Pendidikan vokasi dipandang sebagai kunci dalam mencetak tenaga profesional yang siap kerja, unggul secara kompetensi, dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara maju.

“Kita ingin menunjukkan bahwa kualitas SDM Indonesia sejajar dengan SDM negara maju. Pendidikan kita harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan percaya diri,” ujar Menteri Brian.

Menurutnya, penguatan pendidikan tinggi vokasi tidak hanya bertujuan meningkatkan angka serapan lulusan di dunia kerja, tetapi juga menaikkan kelas kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga kerja nasional. Kedekatan pendidikan vokasi dengan dunia industri menjadi nilai strategis yang harus terus diperkuat.

“Konteksnya adalah bagaimana pendidikan tinggi Indonesia, khususnya pendidikan tinggi vokasi, mampu membuktikan kualitasnya di tingkat global,” lanjutnya.

Menteri Brian juga menyoroti pentingnya penerapan pembelajaran berbasis praktik terbaik (best practices), sertifikasi kompetensi yang kredibel dan diakui industri, serta penguatan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Menurutnya, langkah tersebut krusial untuk memastikan lulusan vokasi memiliki kesiapan kerja yang matang dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia, Ahyar M Diah, menyampaikan bahwa lokakarya FDPNI merupakan bagian dari upaya kolektif politeknik negeri dalam merespons arahan pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi. Forum ini menjadi ruang diskusi substantif untuk merumuskan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di masing-masing politeknik.

“Forum ini kami manfaatkan untuk menyatukan pandangan dan menyusun langkah strategis agar politeknik semakin berperan dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bangsa,” kata Ahyar.

Lokakarya yang diikuti para pimpinan politeknik negeri dari seluruh Indonesia tersebut membahas berbagai isu strategis, antara lain penguatan standar kompetensi lulusan, penataan ekosistem pembelajaran terapan, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor. Diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antara institusi pendidikan vokasi, pemerintah, dan industri dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan nasional maupun global.

Dalam rangkaian kegiatan, dialog interaktif dengan Mendiktisaintek dilanjutkan dengan paparan narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, hingga Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), yang memberikan perspektif dunia usaha terhadap kebutuhan kompetensi tenaga kerja vokasi.

Kemdiktisaintek memandang kolaborasi yang terbangun melalui FDPNI sebagai elemen penting dalam transformasi pendidikan vokasi nasional. Melalui sinergi yang kuat antara perguruan tinggi vokasi, industri, dan pemangku kepentingan lainnya, pendidikan vokasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM Indonesia secara berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di tingkat global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
komentar
beritaTerbaru