Minggu, 24 Mei 2026

Kemdiktisaintek Beri Apresiasi Kontributor Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Anugerah Diktisaintek 2025

Senin, 22 Desember 2025 09:06 WIB
Kemdiktisaintek Beri Apresiasi Kontributor Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Anugerah Diktisaintek 2025
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan sambutan pada acara Anugerah Diktisaintek 2025 di Graha Diktisaintek, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menganugerahkan Anugerah Diktisaintek 2025 kepada para pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi nyata dalam penguatan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Graha Diktisaintek, Jakarta, Jumat.

Anugerah Diktisaintek 2025 merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), mitra dunia usaha dan dunia industri, institusi, media dan jurnalis, serta Insan Diktisaintek yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta tata kelola sains dan teknologi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penerima anugerah atas dedikasi dan capaian kinerja yang telah ditorehkan.

“Anugerah Diktisaintek merupakan bentuk apresiasi pemerintah untuk Bapak dan Ibu semua. Terima kasih atas kerja keras para pimpinan perguruan tinggi, LLDikti, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra, serta rekan media. Dengan caranya masing-masing, Bapak dan Ibu telah berkontribusi signifikan bagi kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia,” ujar Brian Yuliarto.

Ia menegaskan, di tengah perkembangan era informasi dan disrupsi yang berlangsung cepat, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat daya saing bangsa. Menurutnya, riset dan inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan.

“Pendidikan tinggi harus menjadi pabrik ide, tempat di mana rasa ingin tahu bertemu dengan kebutuhan nyata bangsa. Jangan pernah merasa selesai dan jangan pernah puas. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berkontribusi agar Indonesia mampu sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Simatupang, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini Kemdiktisaintek memberikan total 572 penghargaan yang terbagi dalam 15 subkategori. Subkategori tersebut meliputi Anugerah Mitra Pendukung Diktisaintek, Anugerah Bidang Pengawasan, Anugerah Pendidikan Tinggi, Anugerah Sains dan Teknologi, Anugerah Riset dan Pengembangan, Anugerah Data dan Informasi, Anugerah Pembiayaan Pendidikan Tinggi, Anugerah Protokol, Anugerah Humas, Anugerah Kerja Sama, Anugerah Perencanaan, Anugerah Jurnalis dan Media, Anugerah Mitra Kerja Strategis Bidang Hukum, Anugerah Keuangan dan BMN, serta Pegawai Berprestasi.

“Seluruh kategori penghargaan telah melalui tahapan seleksi yang komprehensif, mulai dari penjurian hingga penarikan dan pengolahan data untuk menilai kinerja perguruan tinggi, LLDikti, serta para mitra dari kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan dunia industri yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Togar.

Ia berharap Anugerah Diktisaintek dapat menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung program dan kebijakan Diktisaintek Berdampak. Ke depan, Kemdiktisaintek akan terus memperkuat tata kelola melalui harmonisasi regulasi, penguatan akuntabilitas, serta optimalisasi koordinasi lintas sektor.

“Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan kebijakan Kemdiktisaintek secara menyeluruh, sehingga kontribusi seluruh pemangku kepentingan semakin optimal dan berdaya guna,” imbuhnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Anugerah Diktisaintek juga disampaikan oleh para penerima penghargaan. Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni IPB University, Iskandar Siregar, menyebutkan bahwa IPB meraih 15 anugerah dalam ajang tersebut.

“Capaian ini menunjukkan pengakuan terhadap kinerja IPB. Kami berharap kegiatan ini terus disempurnakan sejalan dengan visi Diktisaintek agar seluruh kampus di Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala LLDikti Wilayah I Sumatra Utara, Saiful Anwar Matondang, yang menilai Anugerah Diktisaintek sebagai instrumen penting dalam memperkuat kualitas layanan dan akuntabilitas pendidikan tinggi di daerah.

“Kami bangga atas kerja keras tim yang memperoleh anugerah pada kategori Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti),” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemdiktisaintek juga menyerahkan donasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra yang dihimpun melalui program Diktisaintek Peduli. Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto kepada perwakilan Aceh melalui Universitas Syiah Kuala (USK), Sumatra Barat melalui LLDikti Wilayah X, serta Sumatra Utara melalui Universitas Sumatera Utara (USU). Hingga kini, penggalangan donasi Diktisaintek Peduli masih terus dibuka.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan pascabencana di Sumatra melalui pendekatan keilmuan, kemanusiaan, serta penguatan kolaborasi antarkampus guna mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
komentar
beritaTerbaru