Bandung Barat (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa Sekolah Rakyat. Penguatan kolaborasi tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinatif yang digelar di Lembang, Jumat.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyampaikan bahwa perluasan kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi bagi kelompok rentan merupakan bagian dari agenda besar pemerataan pendidikan nasional.
“Kami menyambut baik gagasan dari Bapak Menteri, yang tentunya ini mewujudkan gagasan besar dari Bapak Prabowo untuk anak-anak kita bisa melanjutkan jenjang perguruan tinggi. Kemdiktisaintek telah menyiapkan berbagai skema dukungan beasiswa seperti KIP Kuliah, ADik, dan jalur afirmasi melalui ujian atau jalur berbasis bakat. Kolaborasi ini akan kami perluas ke perguruan tinggi, lembaga, dan kementerian,” ujar Sesjen Togar.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan 2.600 kuota awal untuk penerimaan mahasiswa dari Sekolah Rakyat pada 2028. Rinciannya:
1.000 kuota melalui KIP Kuliah
500 kuota melalui ADik
500 kuota melalui jalur afirmasi SNPMB
600 kuota dari 39 Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia
Selain itu, PT Pos Indonesia menyiapkan 80–100 kuota beasiswa di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), serta kerja sama tambahan dilakukan bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG University).
“Kerja sama kami dengan Kemdiktisaintek di antaranya adalah kita ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai kapasitas, kemampuan, dan bakat yang dimiliki. Tentu boleh masuk perguruan tinggi, tetapi harus tetap memenuhi standar yang telah ditentukan,” tegas Mensos Saifullah.
Mensos menambahkan bahwa program ini tidak hanya membuka jalur akademik, tetapi juga mendukung siswa yang ingin menjadi pekerja terampil atau wirausaha. Saat ini, Sekolah Rakyat telah hadir di 166 titik di Indonesia dengan hampir 16.000 siswa, lebih dari 3.000 guru, serta sekitar 4.000 tenaga kependidikan.
Evaluasi berkelanjutan dilakukan untuk memastikan kualitas kurikulum boarding school, peningkatan layanan, dan perbaikan fasilitas berjalan sesuai standar.
“Yang penting, program ini targeted kepada mereka di desil 1 dan 2, mereka yang suaranya selama ini tidak didengar, belum sekolah, atau putus sekolah. Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka memiliki kesempatan dan harapan baru,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek, Hasan Chabibie.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Kemdiktisaintek dan Kemensos menegaskan komitmennya untuk memastikan akses pendidikan tinggi semakin terbuka dan berkeadilan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar