Surabaya (buseronline.com) - Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 menghadirkan pembahasan strategis mengenai Good University Governance (GUG) atau tata kelola kampus yang baik di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Bertempat di Auditorium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), empat pimpinan PTS terkemuka di Indonesia memaparkan praktik terbaik dan strategi tata kelola yang mereka jalankan, Rabu.
Para narasumber berasal dari berbagai perguruan tinggi swasta besar, yakni Rektor Binus University Nelly, Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) Benny Lianto, Rektor Universitas Gunadharma Margianti, serta Wakil Rektor I Universitas Pamulang (Unpam) Ubaid Al Faruq. Masing-masing menyampaikan pengalaman transformasi tata kelola, tantangan institusi, serta model GUG yang dinilai berhasil diterapkan.
Rektor Ubaya, Benny Lianto, menjelaskan bahwa tata kelola perguruan tinggi harus berangkat dari budaya organisasi dan kepemimpinan yang etis. Ubaya, sebut Benny, membangun tata kelola berbasis kepercayaan sebagai fondasi utama operasional kampus.
Ia memaparkan lima praktik terbaik GUG di Ubaya, meliputi: culture building dan ethical leadership; digital governance dan pengambilan keputusan berbasis data; penguatan penjaminan mutu; stakeholder engagement; serta internasionalisasi sebagai dampak dari tata kelola yang kuat.
“Mutu harus menjadi prioritas utama, sementara reputasi akan mengikuti seiring kualitas terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Binus University, Nelly, menceritakan perjalanan Binus dari lembaga kursus komputer hingga berkembang menjadi universitas berkelas global. Transformasi Binus tersebut, ujarnya, tidak lepas dari nilai-nilai yang dirumuskan dalam akronim SPIRIT (Striving for Excellence, Perseverance, Integrity, Respect, Innovation, Teamwork).
“Kami menjalankan model SODA, yakni Sentralisasi Operasi dan Desentralisasi Akademik. Semua layanan administratif kami pusatkan agar efisien, tetapi seluruh kebijakan akademik tetap dikelola secara mandiri oleh fakultas dan program studi,” jelasnya.
Rektor Universitas Gunadarma, Margianti, memaparkan perkembangan kampusnya yang kini memiliki 92 gedung, superkomputer, serta kawasan technopark. Menurutnya, Gunadarma terus berinovasi melalui hilirisasi pertanian, smart greenhouse, energi terbarukan, serta penguatan program MBKM dan riset.
Pada sesi terakhir, Wakil Rektor I Unpam, Ubaid Al Faruq, menegaskan bahwa PTS harus menjadi pusat peradaban yang memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Unpam, katanya, berkomitmen memberikan biaya kuliah terjangkau, fleksibilitas pembelajaran, serta keberpihakan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.
Ubaid menutup presentasi dengan penegasan mengenai makna strategis tata kelola.
“PTS harus menjadi arsitek keunggulan yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan bangsa,” tutupnya.
Kegiatan GUG pada rangkaian KPPTI 2025 ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat tata kelola perguruan tinggi swasta di Indonesia, sejalan dengan kebutuhan transformasi pendidikan tinggi nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar