Minggu, 24 Mei 2026

Presiden Prabowo: Teknologi Pembelajaran Harus Dirawat karena Menjadi Hak Murid dan Rakyat

Senin, 17 November 2025 12:08 WIB
Presiden Prabowo: Teknologi Pembelajaran Harus Dirawat karena Menjadi Hak Murid dan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dalam sebuah acara yang digelar terpusat di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, pada Senin (17/11/2025).
Jawa Barat (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berdialog secara virtual dengan para guru serta siswa dari berbagai daerah pada kegiatan peninjauan pemanfaatan perangkat Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) yang digelar di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin.

Kegiatan ini bertujuan memastikan efektivitas penggunaan teknologi pembelajaran di sekolah-sekolah, khususnya perangkat PID yang kini telah diterapkan di sejumlah daerah.

Dalam sesi dialog, perwakilan SMA Negeri 2 Binjai, Sumatra Utara, menyampaikan bahwa PID memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi guru dan siswa.

“Kami sebagai guru dan peserta didik sangat terbantu dalam proses pembelajaran, di mana kami bisa mengakses banyak bahan dan konten-konten yang menunjang pembelajaran di Rumah Pendidikan, terutama di Ruang Murid. Anak-anak juga bisa belajar dari lab maya,” ujar perwakilan guru SMA Negeri 2 Binjai.

Dari SMPN 2 Bangkalan, para guru mengungkapkan bahwa kehadiran PID membuat siswa lebih aktif dan lebih mudah memahami materi pelajaran.

“Harapan kami ke depan, kami bisa lebih memaksimalkan lagi Papan Interaktif Digital ini sehingga bisa membentuk generasi yang berkemajuan,” ujar guru SMPN 2 Bangkalan.

Sementara itu, guru dari SDN 01 Benoa, Bali, menunjukkan bagaimana siswa makin antusias dengan memanfaatkan gim edukasi yang tersedia di platform Rumah Pendidikan.

“Anak-anak sangat antusias dan makin interaktif belajarnya, Bapak. Harapan saya dengan adanya papan interaktif digital ini dapat membantu ketercapaian pembelajaran siswa. Terima kasih Bapak,” kata perwakilan guru tersebut.

Menanggapi berbagai laporan itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para guru sekaligus menegaskan bahwa teknologi tersebut telah membawa perubahan besar dalam proses belajar-mengajar.

“Saya senang ini dirasakan manfaatnya. Murid-murid lebih semangat, lebih cepat menangkap pelajaran. Saya hanya titip, harus dijaga, dirawat, jangan sampai rusak, karena ini milik murid-murid, milik rakyat. Kita berkepentingan bahwa ini bisa dijaga,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas penggunaan PID ke seluruh sekolah di Indonesia. Ia menyebut bahwa pemerintah sedang menyiapkan penambahan konten edukasi serta fitur siaran pendidikan jarak jauh agar pemanfaatan perangkat semakin optimal.

“Syukur, terima kasih, bermanfaat, tolong dijaga. Dan kita akan berupaya terus supaya lebih banyak lagi konten, lebih banyak bahan yang bisa dikirim. Nanti juga bisa ada siaran pendidikan dari jarak jauh,” ujar Presiden Prabowo.

Dengan implementasi teknologi pembelajaran ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional semakin meningkat dan pemerataan akses pembelajaran digital dapat terwujud di seluruh wilayah Indonesia. (P3)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
Pemprov Sumut Optimistis PAD Pajak MBLB Bisa Tembus Rp5 Miliar per Tahun
RSUD Rembang Mulai 1 Juni 2026 Layani Cath Lab Ditanggung BPJS Kesehatan
Sertifikasi Bahasa Asing Didorong Jadi “Paspor Global” Lulusan SMK, Pemerintah Perluas Target Ribuan Murid
komentar
beritaTerbaru