Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam sebuah upacara khidmat di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Usai pelantikan, Arif Satria menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat arah riset nasional yang sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo di berbagai sektor strategis.
“Hari ini ada penugasan untuk saya, dan bidang yang ditugaskan sesuai dengan bidang yang selama ini saya geluti,” ujar Arif Satria kepada media usai pelantikan.
Arif menjelaskan bahwa selama ini ia telah beberapa kali berdiskusi dengan Presiden Prabowo dalam berbagai forum, termasuk pertemuan dengan para rektor, pimpinan organisasi masyarakat, serta kegiatan cohort di Kementerian Pertahanan.
Dari interaksi tersebut, ia menangkap pesan kuat mengenai pentingnya riset dan inovasi nasional sebagai pendorong kemajuan ekonomi bangsa.
“InsyaAllah, BRIN akan mengawal program-program prioritas Bapak Presiden terkait pangan, energi, dan air. Tiga bidang inilah yang perlu didukung riset dan inovasi yang baik,” ujar Arif Satria.
Menurut Arif, kekuatan riset dan inovasi menjadi kunci kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan. Ia menegaskan korelasi positif antara global innovation index suatu negara dengan tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi.
“Semakin tinggi indeks inovasi global, hampir pasti GDP per kapita juga tinggi. Oleh karena itu, kita harus menggenjot bidang R&D dan inovasi,” jelas Arif.
Arif menekankan bahwa BRIN akan melakukan konsolidasi nasional di bidang riset dan inovasi, memperkuat kolaborasi secara horizontal antar lembaga dan secara vertikal dengan pemerintah daerah.
“Saatnya kita segera melakukan konsolidasi nasional. Ini penting untuk memperkuat ekosistem riset yang sudah ada,” tambahnya.
Penguatan riset di tingkat daerah menjadi salah satu prioritas utama BRIN. Setiap provinsi memiliki keunikan masalah dan potensi lokal yang dapat dioptimalkan melalui riset berbasis kebutuhan wilayah.
“Langkah konkret yang harus dilakukan adalah mempercepat pengembangan dan penguatan sains technopark di setiap daerah. Sains technopark akan menjadi pilar ekonomi daerah karena menjembatani dunia riset dan industri,” kata Arif.
Sebagai badan hasil peleburan berbagai lembaga litbang dari kementerian teknis, BRIN di bawah kepemimpinan Arif Satria akan fokus pada riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kebijakan publik.
“Bapak Presiden memiliki komitmen kuat untuk menempatkan R&D sebagai pilar utama dalam kemajuan ekonomi nasional. Hal ini harus kita terjemahkan dalam langkah strategis dan taktis,” tutup Arif Satria.
Pelantikan Arif Satria menegaskan visi pemerintah untuk menempatkan riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional, sekaligus memperkuat peran BRIN sebagai lembaga strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi. (P3)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar