Minggu, 24 Mei 2026

Mendiktisaintek Tegaskan Peran Kampus Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 10 November 2025 11:16 WIB
Mendiktisaintek Tegaskan Peran Kampus Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan paparan pada pertemuan bersama pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Pulau Lombok di Universitas Mataram, Sabtu (8/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Mataram (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi dan sumber daya manusia (SDM) unggul. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu.

“Negara kita memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi negara maju. Kuncinya ada pada SDM unggul dan kemampuan kampus melahirkan terobosan berbasis sains dan teknologi,” ujar Menteri Brian dalam paparannya.

Menurutnya, untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi, Indonesia harus mampu meningkatkan pendapatan per kapita hingga 15.000 dolar AS per tahun, atau sekitar Rp18 juta per bulan. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia masih berada di kisaran 5.400 dolar AS per tahun.

“Data itu menunjukkan bahwa kita perlu membangkitkan industri yang tidak lagi bersifat ekstraktif, melainkan berbasis hilirisasi riset dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.

Dalam arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), visi Diktisaintek Berdampak menjadi panduan utama untuk memperkuat relevansi dan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Kebijakan ini mendorong transformasi kampus dari sekadar tempat belajar menjadi pusat solusi sosial dan ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, kampus diharapkan dapat membangun kolaborasi dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan komunitas lokal agar hasil riset akademik bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh publik.

Menteri Brian menegaskan, dunia kini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks — mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, hingga disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

“Kita perlu generasi yang mampu menghubungkan sains dengan kemanusiaan, teknologi dengan etika, serta kebijakan dengan realitas masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Brian menekankan pentingnya pengembangan creative class di Indonesia — kelompok masyarakat yang terdiri dari ilmuwan, dosen, guru, hingga seniman yang kreatif dan inovatif.

“Nilai ekonomi terbesar hari ini adalah kemampuan manusia menciptakan ide dan solusi. Untuk menjadi negara maju, setidaknya 20 persen penduduk kita harus masuk ke dalam creative class. Saat ini baru sekitar 8 persen. Kampus adalah garda terdepan untuk meningkatkan angka tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mendiktisaintek juga menilai Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki posisi strategis dalam peta delapan bidang industri prioritas nasional, yakni:

1. Pangan

2. Energi

3. Kesehatan

4. Hilirisasi dan industrialisasi

5. Digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor)

6. Material dan manufaktur maju

7. Pertahanan

8. Maritim

Menurut Menteri Brian, kekuatan budaya dan potensi lokal NTB bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Selama di Lombok, Menteri Brian melaksanakan kunjungan ke tiga lokasi utama, yaitu:

Pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Pulau Lombok,

Kuliah umum bersama sivitas akademika Universitas Mataram (Unram), dan

Orasi ilmiah pada Wisuda ke-VI Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB.

Dalam setiap agenda, ia konsisten menyampaikan pesan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata.

“Kampus dapat menjadi tempat tumbuhnya solusi dan harapan, karena di sanalah ilmu pengetahuan menemukan maknanya,” pungkas Menteri Brian. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
Pemprov Sumut Optimistis PAD Pajak MBLB Bisa Tembus Rp5 Miliar per Tahun
RSUD Rembang Mulai 1 Juni 2026 Layani Cath Lab Ditanggung BPJS Kesehatan
Sertifikasi Bahasa Asing Didorong Jadi “Paspor Global” Lulusan SMK, Pemerintah Perluas Target Ribuan Murid
BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital
komentar
beritaTerbaru