Minggu, 24 Mei 2026

Harapan Baru dari Mamuju: 107 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Disambangi Dirjen Dikti di Universitas Tomakaka

Senin, 10 November 2025 11:09 WIB
Harapan Baru dari Mamuju: 107 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Disambangi Dirjen Dikti di Universitas Tomakaka
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi (tengah), berfoto bersama mahasiswa penerima KIP Kuliah dan pimpinan perguruan tinggi se-Sulawesi Barat usai kegiatan Silaturahmi Dir
Mamuju (buseronline.com) - Sekuntum harap yang tak retak. Ketika satu anak menjejakkan kaki di bangku perguruan tinggi, bukan hanya mimpinya yang tumbuh, tetapi juga harapan keluarga, komunitas, bahkan sebuah negeri yang perlahan terangkat.

Dalam semangat itulah Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, menyambangi Universitas Tomakaka, Mamuju, untuk menemui 107 mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Jumat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Universitas Tomakaka itu turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Sulaiman, Rektor Universitas Tomakaka, jajaran pimpinan akademik, serta para mahasiswa penerima KIP Kuliah.

Dalam sambutan pembuka, Dirjen Dikti menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peranan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa investasi di bidang pendidikan bukan semata urusan biaya, melainkan soal masa depan bangsa.

“Pendidikan adalah pilar utama yang mempertemukan harapan dan masa depan. Karena itu, program seperti KIP Kuliah bukan semata bantuan biaya, tetapi jembatan yang memungkinkan mimpi menjadi nyata. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak, dari kota hingga pelosok, berhak dan mampu menjejakkan langkah di perguruan tinggi. Dari sini, kita membangun manusia, membangun cita, membangun bangsa,” ujar Dirjen Khairul Munadi.

Dirjen Khairul juga mengajak masyarakat mengubah persepsi pragmatis bahwa bekerja setelah lulus sekolah menengah lebih cepat mendatangkan hasil dibanding melanjutkan kuliah.

“Percayalah, hasil dari pendidikan jauh lebih lestari. Apa yang diperoleh melalui bangku kuliah berbuah dalam jangka panjang, peluang kerja lebih baik, posisi strategis, dan kualitas hidup meningkat. Ketika satu anak menempuh pendidikan tinggi, ia tidak hanya membangun masa depannya, tapi juga mengangkat derajat keluarganya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Tomakaka menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dan menegaskan komitmen kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Sulawesi Barat.

“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Komitmen kami adalah memastikan kesempatan ini terus terbuka, agar setiap anak di Mamuju yang memiliki tekad belajar tidak terhalang oleh keadaan,” ujar Rektor, seraya mengapresiasi dukungan berkelanjutan Ditjen Dikti dan LLDIKTI.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Sulaiman, menegaskan bahwa penyaluran beasiswa KIP Kuliah harus dibaca sebagai awal kerja sistemik, bukan sekadar seremoni.

“Apa yang terjadi hari ini harus menjadi momentum untuk bangkit. Tantangan selalu ada, tetapi justru di situlah kesempatan untuk membuktikan bahwa kita mampu. Melalui pendidikan, kita membangun kepercayaan diri, kapasitas, dan masa depan,” tegasnya.

Selain memberikan semangat kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah, kunjungan Dirjen Dikti juga diisi diskusi kolaboratif bersama pimpinan perguruan tinggi se-Sulawesi Barat.
Topik utama yang dibahas mencakup penguatan akses pendidikan tinggi, relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja, dan peningkatan sinergi antara kampus dan dunia usaha.

Dirjen menekankan pentingnya membangun kampus inklusif, program pembelajaran yang adaptif, serta menghapus dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS).

Menutup kegiatan, Dirjen Khairul mengajak para mahasiswa untuk menanamkan “mental models” — peta batin atau kompas internal dalam mengambil keputusan dan melangkah ke depan.

Ia memperkenalkan lima mental models penting yang perlu dimiliki mahasiswa, dengan growth mindset (pola pikir bertumbuh) sebagai yang utama.

“Tanamkan mindset bertumbuh. Kemampuan dan kepemimpinan tidak jatuh dari langit. Semua bisa dibangun dan dikembangkan. Tidak ada orang yang lahir otomatis menjadi pemimpin—kepemimpinan tumbuh dari cara berpikir, keuletan berproses, dan keberanian untuk terus belajar,” pesan Dirjen Khairul menutup sambutannya.

Dari Mamuju, sekuntum harap yang tak retak itu kembali bersemi — menyala dalam semangat para mahasiswa penerima KIP Kuliah, sebagai generasi penerus yang akan mengangkat derajat bangsa melalui pendidikan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
Pemprov Sumut Optimistis PAD Pajak MBLB Bisa Tembus Rp5 Miliar per Tahun
RSUD Rembang Mulai 1 Juni 2026 Layani Cath Lab Ditanggung BPJS Kesehatan
Sertifikasi Bahasa Asing Didorong Jadi “Paspor Global” Lulusan SMK, Pemerintah Perluas Target Ribuan Murid
BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital
komentar
beritaTerbaru