Rabu, 08 April 2026

Wamen Stella: Pengambilan Keputusan dan Kebijakan Publik Harus Berbasis Cognitive Governance-Sains

Jumat, 07 November 2025 09:28 WIB
Wamen Stella: Pengambilan Keputusan dan Kebijakan Publik Harus Berbasis Cognitive Governance-Sains
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Stella Christie memberikan orasi ilmiah pada Wisuda PKN STAN Tahun Akademik 2024/2025 di Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menekankan pentingnya penerapan Cognitive Governance-Sains sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik yang berdampak.

Menurutnya, kemampuan berpikir ilmiah dan berbasis data harus menjadi ciri utama para lulusan pendidikan tinggi, khususnya dari lembaga vokasi dan profesional.

Pesan tersebut disampaikan Wamen Stella saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) Tahun Akademik 2024/2025 di Jakarta, Rabu.

Dalam pidatonya, Wamen Stella menegaskan bahwa lulusan PKN STAN memiliki potensi besar menjadi pengambil keputusan yang berorientasi manfaat publik, apabila mampu menyeimbangkan antara biaya dan manfaat (cost and benefit) dalam setiap kebijakan yang dibuat.

“Kita sering hanya fokus menghitung biaya, padahal manfaat riset dan sains jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Kenaikan investasi riset sebesar 10% dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 0,9% dalam jangka panjang,” tegas Stella.

Lebih lanjut, ia mencontohkan bagaimana investasi di bidang riset dan inovasi memberikan dampak ekonomi besar di negara lain.

Stanford University, misalnya, mampu menghasilkan manfaat ekonomi tahunan senilai Rp44 kuadriliun (US$2,7 T). Sementara di Tiongkok, klaster inovasi dan teknologi berkontribusi 13,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meski hanya memanfaatkan 2,5% lahan konstruksi.

Menurut Wamen Stella, perbedaan signifikan antara negara berpendapatan menengah dan tinggi terletak pada investasi di bidang riset serta penguasaan sains dan teknologi.

“Di Amerika Serikat, pendanaan riset tahunan mencapai US$102 M, sedangkan Indonesia baru sekitar US$200 juta, meski anggaran riset nasional telah meningkat 218% dibanding tahun sebelumnya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Stella menegaskan, bangsa Indonesia harus mampu menghitung manfaat jangka panjang dari riset dan investasi sumber daya manusia (SDM). Ia menilai, Cognitive Governance yakni tata kelola kebijakan berbasis pengetahuan dan sains harus menjadi paradigma baru dalam birokrasi dan pengambilan keputusan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut memberikan apresiasi kepada para wisudawan serta keluarga mereka.

“Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan dan orang tua. Perjuangan panjang telah sampai di garis finis. Masih ada garis finis lainnya dalam kehidupan, jadi jangan pernah lengah. Bekerjalah dengan hati,” pesan Menteri Purbaya.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Keuangan untuk terus mendukung pendidikan tinggi di bidang keuangan agar dapat mencetak profesional yang mampu menghasilkan kebijakan nasional yang berdampak dan berorientasi pada masyarakat.

Sementara itu, Direktur PKN STAN, Evy Mulyani, menyampaikan bahwa wisuda tahun ini diikuti oleh 991 lulusan, terdiri dari Sarjana Terapan dan Diploma Tiga. Ia berharap para lulusan dapat menjadi generasi muda yang mampu mengintegrasikan sains, data, dan kebijakan publik, sehingga setiap keputusan ekonomi dan fiskal membawa manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

“Melalui momentum ini, kami ingin melahirkan generasi pengambil keputusan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran ilmiah dan sosial dalam setiap kebijakan yang mereka rumuskan,” ujar Evy.

Dengan semangat Cognitive Governance-Sains, pemerintah berharap sinergi antara ilmu pengetahuan, data, dan kebijakan publik dapat menjadi fondasi utama pembangunan nasional yang berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemkab Taput Lakukan Monitoring Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045
Peran Desa Diperkuat, Pemerintah Genjot Eliminasi TB
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren
Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu
komentar
beritaTerbaru