Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menerima audiensi manajemen Kumparan bersama peserta Kumparan Academy Internship di Kantor Kemdiktisaintek, Selasa.
Pertemuan ini menjadi bentuk dukungan penuh terhadap peran media digital dalam mewujudkan transformasi perguruan tinggi yang kolaboratif dan adaptif.
Dalam kesempatan itu, Fauzan menegaskan pentingnya ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, inisiatif Kumparan Academy Internship sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang dituntut lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi solusi.
“Kita membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu menyiapkan talenta muda dengan pemikiran adaptif, kolaboratif, dan berorientasi solusi. Program ini bisa menjadi sinergi kolaborasi dengan pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi unggul,” ujar Fauzan.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kumparan Arifin Asydhad menyebutkan, program Kumparan Academy Internship menjadi salah satu program unggulan media digital tersebut dalam mendukung pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) muda di Indonesia.
“Program ini memberikan pelatihan serta menghadirkan pengalaman nyata di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan teknologi informasi bagi para peserta magang,” kata Arifin.
Fauzan menambahkan, Kemdiktisaintek akan terus mendorong media maupun lembaga lain untuk menghadirkan program-program inovatif serupa. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan.
Menurutnya, peran Kemdiktisaintek sangat penting dalam menciptakan transformasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi tiga arah antara kampus, industri, dan pemerintah. Dengan sinergi tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi adaptif agar bisa melahirkan ide-ide baru, riset yang relevan, dan jejaring kolaboratif. Dengan begitu, kampus bisa benar-benar menjadi pusat inovasi yang berdampak nyata bagi bangsa,” tegas Fauzan.
Di sisi lain, perkembangan media digital berbasis teknologi juga terus menunjukkan tren positif. Kumparan, misalnya, saat ini disebut sebagai salah satu media digital terbesar di Indonesia dengan produksi 200–300 artikel daerah setiap hari dan 70 persen pembacanya berusia 18–30 tahun.
Dengan ekosistem kolaboratif yang terbuka, platform media digital seperti Kumparan dinilai mampu menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM unggul yang memiliki mindset adaptif sesuai tuntutan era digital. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar