Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menekankan pentingnya penguatan pondasi pendidikan sejak jenjang dasar dan menengah untuk menyiapkan generasi Indonesia yang kompetitif di kancah global.
Hal itu disampaikan Stella dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bertajuk “Menuju Pendidikan Indonesia Berstandar Global: Usulan Kebijakan untuk Penguatan Pendidikan Dasar dan Menengah”, di Menara KADIN, Rabu.
Menurut Stella, pendidikan tinggi berbasis riset menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan Indonesia perlu bertransformasi dari teaching university menuju research university untuk menghasilkan inovasi dan lulusan berdaya saing tinggi.
“Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi adalah pondasi krusial untuk pertumbuhan ekonomi. Universitas yang berorientasi riset menghasilkan inovasi yang memperkuat daya saing bangsa serta mendorong lahirnya industri baru dan penciptaan lapangan kerja,” ungkap Stella
Ia mencontohkan universitas riset dunia seperti Stanford University yang mampu menghasilkan 2,7 triliun dolar AS per tahun dari inovasi dan perusahaan yang lahir dari ekosistem akademiknya. Pola serupa juga terlihat di MIT, University of Kansas, dan Tsinghua University.
Selain perguruan tinggi, Stella menekankan kualitas guru dan tenaga pengajar di sekolah dasar dan menengah sebagai fondasi pendidikan. Tanpa pondasi yang kuat, transformasi pendidikan tinggi tidak akan berhasil.
Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menekankan peran guru dalam menanamkan kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi sejak dini, agar siswa siap menghadapi pendidikan berstandar global.
Dukungan juga datang dari dunia usaha. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang PMK dan Pembangunan Berkelanjutan KADIN, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah kunci untuk memanfaatkan bonus demografi.
“Dengan 69,5 persen penduduk berada pada usia produktif, pendidikan berkualitas akan menentukan apakah peluang ini dapat dioptimalkan,” katanya.
FGD ini menghasilkan komitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Melalui riset, inovasi, dan penguatan kualitas guru, Indonesia diharapkan mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan mencapai status negara maju pada 2045. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar