Minggu, 19 Juli 2026

Dirjen Dikti Berikan Tips Belajar di Zaman Digital untuk Mahasiswa Baru Universitas Sunan Gresik

Senin, 22 September 2025 12:09 WIB
Dirjen Dikti Berikan Tips Belajar di Zaman Digital untuk Mahasiswa Baru Universitas Sunan Gresik
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi menandatangani prasasti sekaligus memberikan kuliah umum kepada sekitar 2.500 mahasiswa baru pada kegiatan PKKMB Universitas Sunan Gresik di Kampus A USG, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresi
Gresik (buseronline.com) - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Khairul Munadi memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Sunan Gresik (USG) pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Acara berlangsung di Kampus A USG, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis.

Dalam kesempatan itu, Khairul Munadi menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang tengah dialami Indonesia. Menurutnya, generasi muda saat ini memegang peranan besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Bonus demografi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena anak-anak muda inilah yang akan menentukan arah Indonesia ke depan,” kata Khairul di hadapan sekitar 2.500 mahasiswa baru USG.

Ia menjelaskan, era digital memberikan banyak kemudahan dalam mengakses pengetahuan, namun sekaligus menghadirkan tantangan yang harus dihadapi dengan bijak.

“Potensi era digital harus kita maksimalkan. Tantangannya bukan lagi apa yang kita tahu, tetapi bagaimana kita belajar. Learning how to learn,” tegasnya.

Khairul juga menekankan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi harus menjadi pusat kreasi pengetahuan, inovasi, sekaligus memberi dampak sosial. Ia memperkenalkan paradigma #DiktisaintekBerdampak dan gerakan #KampusBerdampak, yang mendorong mahasiswa menjadi problem solver, bukan sekadar penghafal teori.

“Mahasiswa harus menjadi kreator, pencipta yang menghasilkan banyak kreasi, bukan hanya pengguna. Dunia digital menyediakan semua fasilitas untuk merangkum koneksi tanpa batas dan multidisiplin ilmu,” tambahnya.

Dalam paparannya, ia menyoroti tiga literasi utama yang harus dimiliki mahasiswa di era Artificial Intelligence (AI), yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi antarmanusia. Selain itu, mahasiswa juga dituntut mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta memiliki empati, etika, dan spiritualitas yang tinggi.

“Tujuan memanusiakan manusia jangan sampai berubah menjadi merobotkan manusia. Mahasiswa harus adaptif, kolaboratif, dan mampu belajar bersama,” ujarnya.

PKKMB USG tahun 2025 berlangsung pada 16–18 September, diikuti sekitar 2.500 mahasiswa baru. Mereka merupakan hasil seleksi dari 3.500 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatra, Sulawesi, NTT, Jakarta, hingga Papua.

Dengan semangat ini, Khairul Munadi berharap mahasiswa USG dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu beradaptasi dengan era digital sekaligus membawa perubahan positif bagi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Romeny dan Hubner Tampil, Fortuna Sittard Takluk 1-3 dari Olympiacos
Reynaldi Junior Raih Podium pada Race 1 R3 BLU CRU Asia Pacific 2026 di Mandalika
CKG Jangkau 59,6 Juta Peserta, Kini Berlanjut ke Tahap Pengobatan Penyakit Kronis
Wamendikdasmen Tinjau MPLS Ramah di Wakatobi, Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter
Wamentan Sudaryono Respons Cepat Keluhan Petani dan Peternak di Malang
Anggota Polri Raih Podium Yamaha Sunday Race 2026, Gaungkan Stop Balap Liar dan Narkoba
komentar
beritaTerbaru