Selasa, 07 April 2026

Gerakan Nasional Pencegahan Kekerasan di Kampus Diluncurkan Mendiktisaintek

Minggu, 10 Agustus 2025 12:17 WIB
Gerakan Nasional Pencegahan Kekerasan di Kampus Diluncurkan Mendiktisaintek
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto berbicara pada peluncuran Kampanye Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Selasa (5/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Depok (buseronline.com) - Ribuan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) menyambut antusias peluncuran Kampanye Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang digelar di Balairung UI, Depok, Selasa.

Gerakan ini diinisiasi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.

UI menjadi kampus pertama dari 11 perguruan tinggi yang akan disambangi dalam kampanye estafet ini. Dalam acara tersebut, Mendiktisaintek didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, Rektor UI, para guru besar, serta Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk berdialog langsung dengan mahasiswa baru.

Menteri Brian menegaskan, lingkungan kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perundungan, baik secara fisik maupun psikis.

“Jangan ada lagi kasus kekerasan di lingkungan kampus. Alangkah sedihnya sebagai orang tua menerima laporan anaknya mengalami kekerasan atau perundungan. Stop semua itu, dan ini the last call untuk kita semua,” tegasnya.

Ia juga mendorong Satgas PPKS untuk aktif memproses laporan pengaduan dan menjadi garda terdepan dalam menangani tindak kekerasan di kampus.

Pelaksanaan PPKPT mengacu pada Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 yang melarang tindakan seperti cat calling, cyber bullying, body shaming, hingga post a picture (PaP) yang marak di media sosial. Informasi lengkap mengenai PPKPT dapat diakses di laman sahabat.kemdiktisaintek.go.id, sedangkan tata cara pelaporan tersedia di aduanitjen.kemdiktisaintek.go.id.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menekankan pentingnya melawan kekerasan seksual di kampus secara kolektif.

“Perlawanan bersama terbukti lebih efektif dan efisien untuk memupus tindakan kekerasan di lingkungan kampus,” ujarnya.

Kampanye nasional ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh civitas akademika dalam mewujudkan kampus yang aman, sehat, dan bebas kekerasan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru