Senin, 01 Juni 2026

Rakor Kemdiktisaintek: Perkuat Kolaborasi Diktisaintek Berdampak

Senin, 04 Agustus 2025 12:09 WIB
Rakor Kemdiktisaintek: Perkuat Kolaborasi Diktisaintek Berdampak
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, membuka Rapat Koordinasi Penguatan Kerja Sama Diktisaintek Berdampak di Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kerja Sama Diktisaintek Berdampak, sebagai upaya membangun sinergi dan kolaborasi strategis antarperguruan tinggi, lembaga pendidikan, industri, dan sektor nonpemerintah. Acara berlangsung di Jakarta, Selasa.

Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, yang menekankan pentingnya membangun pola pikir kolaborasi yang substantif dan tidak hanya bersifat administratif.

“Momentum ini membangun rasa kebutuhan dan keinginan untuk bekerja sama antarinstitusi. Bentuklah pola pikir kerja sama berdampak, tidak sekadar kerja sama berorientasi administratif saja,” ujar Wamendiktisaintek Fauzan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari visi Diktisaintek Berdampak serta menjadi wadah pengembangan kerja sama yang mandiri dan terstruktur.

“Rapat ini menjadi perwujudan visi Diktisaintek Berdampak dan menjadi wadah pengembangan suatu bentuk kerja sama yang mandiri. Harapannya, peserta mendapat gambaran menyeluruh dan sistemik mengenai bidang kerja sama dan peluang kolaborasi,” terang Togar.

Rakor ini menghadirkan tiga panel diskusi utama yang membahas berbagai aspek kerja sama, yaitu:

1. Panel Kerja Sama Akademik

2. Panel Kerja Sama Internasional

3. Panel Kerja Sama Bidang Filantropi

Panel ini fokus pada skema kemitraan akademik yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Hadir sebagai narasumber:

Yudi Darma, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi

Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa)

Perwakilan dari Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek

“Kerja sama menjadi bagian besar dalam outcome jangka panjang. Kami melakukan intermediasi terhadap seluruh pemangku kepentingan yang berperan dalam mengkomunikasikan kebijakan dan program,” ujar Yudi Darma.

Diskusi ini mengulas prinsip dan arah kerja sama internasional antara kampus Indonesia dengan industri serta lembaga luar negeri. Narasumber panel meliputi:

Oki Earlivan Sampurno, Staf Khusus Menteri Bidang Kemitraan Industri dan Kerja Sama Internasional

Febby Andryananto, Perwakilan Kementerian Luar Negeri

Rully Firmansyah, Perwakilan PT Pertamina

“Terdapat lima tujuan utama kerja sama internasional bagi Kemdiktisaintek: peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, mobilitas dosen dan mahasiswa, penguatan institusi, diplomasi pendidikan sebagai soft power, dan co-creation,” ungkap Oki.

Panel terakhir membahas kolaborasi antara sektor pendidikan dengan filantropi dan industri dalam pemberian beasiswa serta kontribusi sosial berkelanjutan. Narasumber yang hadir antara lain:

Agam Suryanto, Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP

Leonard Abdul Aziz, Perwakilan PT Astra

Andre Notohamijoyo, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana, Kemenko PMK

Yosea Kurnianto, Perwakilan Tanoto Foundation

“Kerja sama menjadi unsur yang krusial di Kemenko PMK, termasuk di bidang pengurangan risiko bencana. Kami terus melakukan sinkronisasi dan kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga maupun perguruan tinggi,” kata Andre.

Rakor ini menjadi langkah strategis Kemdiktisaintek untuk membangun ekosistem kerja sama yang berorientasi pada dampak jangka panjang, mendorong inovasi lintas sektor, dan memperkuat kapasitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Dengan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan lembaga nonpemerintah, Kemdiktisaintek menargetkan lahirnya berbagai program kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga berdampak nyata bagi kemajuan bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Gerakan Bersama Jadi Kunci Cegah Kekerasan di Pesantren
Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
komentar
beritaTerbaru