Rabu, 15 April 2026

Seminar Nasional Dies Natalis ISI Yogyakarta ke-41 Dihadiri Wamendiktisaintek Stella Christie

Jumat, 11 Juli 2025 10:15 WIB
Seminar Nasional Dies Natalis ISI Yogyakarta ke-41 Dihadiri Wamendiktisaintek Stella Christie
Wamen Stella Christie menyampaikan pidato utama dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-41 ISI Yogyakarta di Concert Hall ISI, Selasa (8/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Yogyakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menghadiri Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-41 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang digelar di Concert Hall ISI, Selasa.

Seminar bertajuk “Art & Diplomacy: Memperkuat Jejaring Seni, Mewujudkan World Class University” ini menjadi momentum penting dalam upaya memperluas jejaring seni ke tingkat global dan menegaskan komitmen ISI Yogyakarta sebagai kampus seni tertua di Indonesia menuju status World Class University.

Rektor ISI Yogyakarta, Prof Irwandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan tema “Art & Diplomacy” mencerminkan langkah strategis kampus dalam menapaki peta global.

Ia menegaskan bahwa ISI Yogyakarta telah menyusun tahapan konkret untuk menjadi universitas berkelas dunia pada 2045, diawali dengan memperkuat eksistensi di Asia Tenggara pada 2028, dan merambah kawasan Asia secara lebih luas pada 2036.

“Di usia ke-41 ini, ISI Yogyakarta harus melangkah lebih jauh agar semakin berdampak. Dengan posisi sebagai kampus seni pertama di Indonesia dan jumlah mahasiswa yang besar, ini adalah momentum untuk berkontribusi secara global,” ujar Irwandi.

Dalam pidato kuncinya, Wamen Stella mengangkat tema “Diplomasi Budaya dan Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia”. Ia menekankan bahwa seni bukan hanya unsur estetika, tetapi juga berperan penting dalam diplomasi budaya, pengembangan ekonomi kreatif, serta pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Bangsa Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Ini adalah kekuatan diplomasi global yang harus diformalkan melalui institusi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi adalah garda terdepan dalam membangun pengakuan dan pemahaman lintas budaya,” tegas Wamen Stella.

Ia juga menyoroti pentingnya formalisasi dan portabilitas seni dalam mendukung penyebaran budaya ke dunia internasional. “Seni dan budaya Indonesia harus diteliti, dikemas, dan dijadikan portabel agar mudah disebarluaskan. Itulah peran strategis pendidikan tinggi seni,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arif Havas Oegroseno, yang turut hadir dalam acara tersebut, menggarisbawahi potensi besar seni Indonesia sebagai aset diplomasi.

“Kita perlu menciptakan mekanisme kampanye budaya Indonesia yang berkelanjutan di luar negeri. Saya menantang ISI Yogyakarta untuk menyusun desain diplomasi budaya yang terstruktur dan dapat dipahami oleh masyarakat global,” kata Havas.

Selain seminar, Wamen Stella juga meresmikan Inagurasi Saraswati Green Environment, hasil kolaborasi ISI Yogyakarta dengan mitra industri sebagai bentuk kontribusi seni dalam pelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan itu pula dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ISI Yogyakarta dengan sejumlah mitra industri dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor usaha.

Wamen Stella menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai instrumen diplomasi budaya, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam industri kreatif.

“Kami mendukung penuh upaya ISI Yogyakarta untuk menjadi pusat diplomasi seni dan budaya Indonesia yang mendunia. Seni bukan hanya soal ekspresi, tapi juga kekuatan ekonomi dan politik,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, ISI Yogyakarta diharapkan mampu menjadi episentrum seni yang tak hanya berakar pada kearifan lokal, tetapi juga berkibar di kancah internasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru