Rabu, 15 April 2026

Lewat KIP-Kuliah, Adreas Genggam Mimpi Bangkitkan Puskesmas di Kampung Halaman

Minggu, 06 Juli 2025 10:48 WIB
Lewat KIP-Kuliah, Adreas Genggam Mimpi Bangkitkan Puskesmas di Kampung Halaman
Adreas Wayangkau, mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Cenderawasih asal Pulau Yapen, menggenggam harapan besar membangun kampung halamannya lewat program KIP-Kuliah. (Dok/Diktisaintek)
Jayapura (buseronline.com) - Di tengah gemuruh sorak-sorai stadion dan impian banyak remaja di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, untuk menjadi pesepak bola andal, Adreas Wayangkau memilih jalan sunyi nan mulia: menjadi tenaga kesehatan.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Saat duduk di bangku SMP, Adreas pernah terbaring lemah karena malaria—pengalaman pahit yang kemudian membulatkan tekadnya untuk kelak menjadi perawat.

“Sejak itu saya langsung bercita-cita ingin jadi tenaga kesehatan, agar tidak ada lagi orang di kampung saya yang merasakan sakit yang saya rasakan,” ujarnya mengenang.

Namun, ketika masa SMA usai, mimpi itu nyaris pupus. Putra dari keluarga nelayan sederhana ini sempat pasrah karena tak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Beruntung, sang kakak yang telah lebih dulu mencicipi bangku kuliah memberikan harapan baru: beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Dukungan itu menjadi titik terang di tengah keterbatasan.

Dengan dua lembar uang ratusan ribu, sebungkus sagu, dan secangkir teh hangat sebagai bekal, Adreas menantang ombak Laut Papua selama 19 jam menuju Jayapura demi mengejar masa depan.

Hidup di ibu kota provinsi tidaklah mudah. Untuk bertahan, Adreas menawarkan jasa menutupi jok motor di pangkalan ojek. Upahnya memang tak seberapa, tapi cukup untuk menyambung hidup sehari-hari.

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Adreas diterima sebagai penerima KIP Kuliah dan resmi menjadi mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih. Kabar gembira itu disambut haru oleh keluarga di kampung halaman.

“Keluarga senang, orang tua bilang sekarang karena sudah dapat beasiswa harus belajar bersungguh-sungguh dan kembali ke kampung,” tutur Adreas.

Kini, di sela kesibukannya menempuh kuliah, Adreas terus mengasah tekad untuk kelak kembali ke kampung dan menghidupkan kembali pelayanan kesehatan dasar. Puskesmas yang dulu tak lagi aktif, ingin ia fungsikan kembali sebagai tempat pertolongan pertama bagi warga kampungnya.

Bagi Adreas, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi jembatan menuju cita-cita dan sarana memberi kembali kepada masyarakat. “KIP Kuliah bukan hanya membuat saya bisa kuliah, tapi juga membantu saya memberi dampak untuk kampung saya nanti,” ucapnya penuh semangat.

Semangat Adreas menjadi cermin bahwa pendidikan yang inklusif dan merata bisa melahirkan agen-agen perubahan dari pelosok negeri. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru