Rabu, 15 April 2026

Wamen Diktisaintek Tekankan Pentingnya Nilai Kemanusiaan dan Spiritualitas dalam Perkembangan Iptek

Selasa, 01 Juli 2025 10:22 WIB
Wamen Diktisaintek Tekankan Pentingnya Nilai Kemanusiaan dan Spiritualitas dalam Perkembangan Iptek
Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie bersama KH Nasaruddin Umar dan sejumlah tokoh menghadiri peluncuran Program Nasaruddin Umar Office (NUO) dan inisiatif wakaf produktif di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/6/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai spiritualitas dan kemanusiaan.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara bertajuk “Menjaga Jejak, Merawat Cahaya: Merangkai Spiritualitas dalam Simfoni Jiwa Para Perindu”, dalam rangka memperingati jejak spiritual dan kontribusi pemikiran Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.

Acara tersebut juga menjadi momentum perayaan ulang tahun ke-66 KH Nasaruddin Umar, sekaligus peluncuran Program Nasaruddin Umar Office (NUO) dan tiga inisiatif wakaf produktif: NUO Trust Fund, NUO Endowment Fund, dan College Health International.

Selain itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara NUO Trust Fund dan Star Asset Management sebagai wujud komitmen bersama dalam penguatan wakaf berbasis syariah dengan tata kelola modern pasca pandemi.

Dalam sambutannya, Wamen Stella menyampaikan apresiasi atas dedikasi KH Nasaruddin Umar yang dinilai berhasil membangun jembatan kolaborasi lintas agama serta memperkuat literasi spiritual dan kebangsaan di tengah masyarakat.

“Kementerian Diktisaintek memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada KH Nasaruddin atas perannya dalam membangun dialog lintas iman dan memperkuat fondasi kebangsaan,” ujar Wamen Stella.

Ia juga menilai bahwa peluncuran Program NUO sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya harus berorientasi pada capaian akademik dan inovasi teknologi, tetapi juga perlu mengakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

“Program seperti NUO sangat selaras dengan arah transformasi pendidikan tinggi kita saat ini. Membangun bangsa bukan hanya tentang inovasi teknologi, tetapi juga menjaga cahaya nilai-nilai luhur. NUO adalah simpul harapan yang menumbuhkan kebijaksanaan, spiritualitas, dan keterbukaan pada kemajuan,” tuturnya.

Rangkaian acara juga mencakup peluncuran Tafsir Teosofi Najda, NUO Harmony Award, serta pertunjukan visual digital bertajuk “Jejak Cahaya” yang menggambarkan perjalanan intelektual dan spiritual KH Nasaruddin Umar serta kontribusinya terhadap pengembangan Islam moderat di tingkat nasional maupun global.

Diskusi panel turut menjadi bagian penting dalam acara ini, menghadirkan narasumber dari berbagai sektor. Mereka di antaranya Dewan Pengarah NUO Trust Fund Muhammad Ali, peneliti wakaf tunai dan SDM Jainal Efendi, Analis Direktorat Pengembangan Pasar Modal dan Pasar Modal Syariah OJK Dien Sukmarini, serta Direktur Utama Star Asset Management Hanif Mantiq.

Dalam diskusi tersebut, para panelis menyoroti urgensi digitalisasi dalam memperluas jangkauan wakaf produktif, agar dapat dimanfaatkan sebagai instrumen keuangan sosial yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Sebagai penutup, digelar persembahan karya visual digital Jejak Cahaya yang menjadi simbol dedikasi KH Nasaruddin dalam membangun peradaban Islam yang moderat, inklusif, dan berbasis kemanusiaan.

Acara ini sekaligus mencerminkan transformasi gerakan spiritual dan wakaf di Indonesia menuju arah yang lebih transparan, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Dengan sinergi antara nilai-nilai keislaman, pendidikan tinggi, dan penguatan ekonomi sosial melalui wakaf, Program NUO diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan dan spiritualitas yang utuh serta relevan dengan tantangan zaman. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru