Rabu, 15 April 2026

Kick-off Review Mission PRIME STeP 2025: Mendorong Akuntabilitas dan Dampak Nyata STP dalam Ekosistem Riset

Selasa, 01 Juli 2025 10:13 WIB
Kick-off Review Mission PRIME STeP 2025: Mendorong Akuntabilitas dan Dampak Nyata STP dalam Ekosistem Riset
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Dr Fauzan Adziman bersama perwakilan Asian Development Bank (ADB), Project Management Unit (PMU), dan Project Implementation Unit (PIU) dari perguruan tinggi pelaksana berfoto bersama usai pembukaan Kick-off Review
Depok (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) resmi membuka Kick-off Review Mission untuk program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) tahun 2025.

Kegiatan yang bertujuan untuk meninjau capaian dan tantangan pelaksanaan proyek ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 23–24 Juni 2025 di Science and Techno Park (STP) Universitas Indonesia, Depok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme pemantauan dan evaluasi yang melibatkan langsung perwakilan Asian Development Bank (ADB), tim Project Management Unit (PMU) Ditjen Risbang, serta empat Project Implementation Unit (PIU) dari perguruan tinggi pelaksana PRIME STeP, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gadjah Mada.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr Fauzan Adziman, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan berbasis dampak dalam pemanfaatan dana riset. Menurutnya, efektivitas investasi riset harus dapat diukur secara konkret.

“Kita perlu mengkaji secara lebih mendalam dampak dari setiap rupiah yang diinvestasikan ke perguruan tinggi. Dari satu rupiah yang disalurkan, harus bisa diukur berapa besar dampak ekonomi yang dihasilkan. Ini penting sebagai dasar untuk merancang kebijakan pendanaan riset yang lebih efektif dan berdampak,” tegas Fauzan.

Program PRIME STeP merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan ADB yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan Science and Techno Park (STP) di lingkungan perguruan tinggi.

Program ini terdiri atas tiga komponen utama: peningkatan fasilitas fisik STP, penguatan sistem inovasi dan kemitraan, serta pengembangan kelembagaan yang adaptif.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Karlisa Priandana, turut menegaskan pentingnya kesinambungan program dalam mendukung ekosistem inovasi yang berkelanjutan di kampus-kampus.

“Kami mendorong agar setiap STP menjadi pusat pertumbuhan inovasi yang berkelanjutan, tidak hanya melalui infrastruktur tetapi juga melalui penguatan kapasitas SDM, kemitraan dengan industri, dan tata kelola yang adaptif. PRIME STeP adalah jembatan yang mendekatkan potensi kampus dengan kebutuhan pasar,” ujar Karlisa.

Dalam sesi pemaparan, masing-masing PIU menyampaikan kemajuan pembangunan fasilitas riset, rencana kerja tahun 2025, serta pelaksanaan program penguatan kapasitas, riset terapan, dan inkubasi startup. Selain itu, turut dibahas perkembangan pencairan dana dan identifikasi berbagai isu strategis dalam pelaksanaan proyek.

Tim ADB dan PMU juga memberikan sejumlah masukan strategis, seperti usulan revisi indikator Design and Monitoring Framework (DMF), penyesuaian fokus sektor prioritas STP, serta pembaruan panduan operasional untuk riset terapan dan inkubasi startup.

Principal Social Sector Specialist ADB, Fook Yen Chong, menekankan pentingnya menjaga momentum dan mempercepat pelaksanaan program.

“Setelah pertemuan review ini, saatnya kita mempercepat langkah. Kami menantikan laporan atas capaian yang telah diraih, sekaligus membahas strategi percepatan yang diperlukan untuk merealisasikan pelaksanaan proyek PRIME STeP secara lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Principal Education Specialist ADB, Yumiko Yamakawa, mengapresiasi dedikasi pemerintah Indonesia dan perguruan tinggi mitra dalam mendorong transformasi STP sebagai pilar inovasi nasional.

“Kami berharap program ini dapat menjadi katalis bagi ekosistem inovasi di Indonesia. ADB berkomitmen untuk terus mendukung proses peningkatan kapasitas dan keberlanjutan program,” tutur Yumiko.

Kick-off Review Mission ini menandai dimulainya fase evaluasi dan penyelarasan strategi pelaksanaan PRIME STeP tahun 2025 dan seterusnya. Kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke masing-masing STP serta rapat penutupan yang dijadwalkan berlangsung hingga 3 Juli 2025.

Program ini diharapkan dapat memperkuat peran STP dalam mendukung riset unggulan nasional serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat dan dunia usaha secara berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru