Rabu, 15 April 2026

Penguatan Talenta Riset dan Inovasi di Wilayah Prioritas, Kamp Inklusif Pacu Publikasi Internasional

Senin, 30 Juni 2025 12:08 WIB
Penguatan Talenta Riset dan Inovasi di Wilayah Prioritas, Kamp Inklusif Pacu Publikasi Internasional
Plt Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Karlisa Priandana, saat membuka Program Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional secara daring, Jumat (20/6/2025), yang diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi dari wilayah
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), secara resmi meluncurkan Program Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional 2025 melalui seminar daring pada Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi dari wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Program yang dikelola oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kapasitas dosen dan peneliti nasional, terutama di luar Pulau Jawa, guna mendorong pemerataan kontribusi akademik dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, turut meresmikan peluncuran program tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterampilan menulis ilmiah merupakan pondasi penting dalam komunikasi ilmiah dan kemajuan akademik di perguruan tinggi.

“Menulis ilmiah bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi merupakan ekspresi intelektual yang harus ditumbuhkan sejak dini dalam budaya akademik,” ujar Wamen Stella.

Ia juga menekankan bahwa publikasi berkualitas bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami mendorong agar setiap dosen dan peneliti menyadari bahwa publikasi berkualitas adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Berdasarkan data Sebaran Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi periode 2019–2023 yang diakses melalui laman resmi sinta.kemdiktisaintek.go.id, terlihat adanya kesenjangan signifikan dalam jumlah publikasi antara wilayah Indonesia barat (terutama Pulau Jawa) dengan wilayah tengah dan timur. Hal inilah yang menjadi dasar pemilihan 28 perguruan tinggi akademik dan vokasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua sebagai lokus prioritas program.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membentuk budaya menulis ilmiah yang berkelanjutan.

“Kami ingin membangun semangat kolaboratif lintas wilayah agar setiap perguruan tinggi, tanpa memandang lokasi geografisnya, dapat menghasilkan riset berkualitas dan relevan,” kata Fauzan.

“Program ini bukan hanya tentang pelatihan teknis, tetapi juga membentuk budaya menulis ilmiah yang berkelanjutan dan berdampak luas,” imbuhnya.

Kamp Inklusif 2025 akan dimulai dengan batch pertama yang akan memfasilitasi sebanyak 40 dosen dari wilayah prioritas untuk mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan secara luring dan daring selama lima bulan. Fokus utama kegiatan meliputi peningkatan keterampilan penulisan akademik, pemahaman struktur jurnal ilmiah bereputasi, hingga strategi publikasi yang efektif.

Plt Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Karlisa Priandana, menyebutkan bahwa program ini menyasar dosen yang belum pernah memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi namun memiliki potensi dan komitmen tinggi.

“Ke depan, program kamp publikasi ini akan diperluas dan diharapkan dapat diinisiasi oleh perguruan tinggi, khususnya yang berada dalam klaster mandiri. Ini penting untuk memperkuat kapasitas institusi dalam mengelola program pengembangan riset yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing,” ujar Karlisa.

Ia menambahkan bahwa para peserta akan mendapatkan materi, praktik menulis, serta pendampingan intensif dari para ahli, dengan harapan dapat melahirkan artikel ilmiah yang layak terbit di jurnal internasional bereputasi tinggi.

“Melalui program ini, kami berharap tercipta transformasi budaya akademik yang lebih produktif dan visioner,” tegasnya.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa Kamp Inklusif tidak hanya mengejar peningkatan kuantitas publikasi semata, tetapi juga menjamin kualitas, kebermanfaatan, serta relevansi hasil riset dengan kebutuhan masyarakat lokal dan isu global.

Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis wilayah, program ini diharapkan mampu mencetak talenta-talenta riset unggulan dari seluruh penjuru Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia di panggung ilmiah internasional.

Program Kamp Inklusif 2025 menjadi komitmen nyata Kemdiktisaintek dalam memperluas akses penguatan kapasitas akademik dan membangun sistem riset nasional yang lebih adil, kolaboratif, dan berdaya saing global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru