Rabu, 15 April 2026

Indonesia Usung Gagasan AI untuk Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan di OIC-15

Rabu, 21 Mei 2025 10:49 WIB
Indonesia Usung Gagasan AI untuk Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan di OIC-15
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (kedua dari kiri) saat menghadiri Pertemuan Menteri ke-2 OIC-15 di Tehran, Iran, Senin (19/5/2025). (Dok/Diktisaintek)
Tehran (buseronline.com) - Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab tantangan global di sektor pangan, kesehatan, energi, dan industri.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam Pertemuan Menteri ke-2 Organisation of Islamic Cooperation (OIC-15) yang berlangsung di Tehran, Iran, Senin.

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin sains dan teknologi dari negara-negara anggota OKI, Menteri Brian memaparkan visi strategis Indonesia mengenai pentingnya AI dalam mendukung transformasi sosial dan ekonomi yang inklusif.

“AI bukan sekadar teknologi masa depan, melainkan kunci untuk mempercepat transformasi sosial dan ekonomi yang inklusif. Indonesia melihat AI sebagai alat strategis untuk membangun ketahanan pangan, memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat energi terbarukan, dan mendorong hilirisasi sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Menteri Brian dalam pidatonya.

Menteri Brian menjelaskan bahwa Indonesia telah mulai menerapkan AI dalam berbagai sektor penting pembangunan nasional. Dalam bidang ketahanan pangan, AI diterapkan melalui pertanian presisi, drone, dan sensor pintar untuk membantu petani memantau kondisi lahan dan tanaman secara real time.

“Sistem berbasis AI dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi kehilangan hasil panen, dan membangun sistem pangan yang tangguh terhadap tekanan lingkungan,” jelasnya.

Dalam sektor kesehatan, AI menjadi solusi untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit memperoleh layanan medis. Teknologi seperti telemedis, sistem diagnostik cerdas, dan model prediktif kesehatan memungkinkan pelayanan yang cepat, tepat, dan personal.

“Teknologi ini membantu mengatasi keterbatasan infrastruktur serta kekurangan tenaga medis di daerah terpencil,” tambahnya.

Di bidang energi, Menteri Brian menyoroti peran AI dalam mengoptimalkan integrasi energi terbarukan seperti surya, angin, dan panas bumi ke dalam sistem jaringan listrik nasional.

“Teknologi grid pintar berbasis AI dapat menyeimbangkan pasokan dan permintaan, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan keandalan sistem energi,” katanya.

Sementara dalam sektor hilirisasi sumber daya alam, AI diyakini mampu mempercepat pengolahan mineral dan bahan baku lokal secara efisien dan ramah lingkungan. Menurutnya, hal ini membuka peluang untuk pengembangan industri manufaktur nasional yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.

“Dengan AI, kita dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi, dan memperkuat kemandirian industri nasional,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Menteri Brian menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan AI di dunia Islam. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarnegara anggota OKI dalam teknologi merupakan langkah penting menuju masa depan yang adil dan inklusif.

“Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam mengembangkan ekosistem AI yang inovatif dan berkelanjutan. Bersama-sama, kita bisa mengantarkan umat Islam menuju era baru kemajuan teknologi yang berkeadilan,” tegasnya.

Pertemuan OIC-15 ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi sains dan teknologi, serta memantapkan posisinya sebagai negara pemimpin dalam inovasi dan riset di kawasan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru