Rabu, 15 April 2026

Bupati Garut: Semua Harus Bersekolah, Kades Diminta Data Anak Usia SMP

Selasa, 13 Mei 2025 10:26 WIB
Bupati Garut: Semua Harus Bersekolah, Kades Diminta Data Anak Usia SMP
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan arahan kepada Kepala Desa terkait pentingnya pendataan anak usia SMP untuk memastikan mereka bersekolah, dalam Apel Pagi di Kantor Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jumat (9/5/2025). (Dok/Diskominfo Garut)
Garut (Buseronline.com) - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menginstruksikan seluruh kepala desa di Kabupaten Garut untuk melakukan pendataan anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah masing-masing, untuk memastikan semua anak usia tersebut dapat bersekolah. Langkah ini diambil menyusul turunnya Angka Partisipasi Murni (APM) pada jenjang SMP di daerah tersebut.

Instruksi ini disampaikan Syakur saat memimpin apel pagi di Kantor Kecamatan Caringin, Jumat. Ia menyoroti penurunan APM dari jenjang Sekolah Dasar (SD) ke SMP yang cukup signifikan.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut, Angka Partisipasi Murni SD/MI tahun 2024 mencapai 97,97 persen, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs hanya 79,9 persen. Ini berarti ada penurunan hampir 20 persen ketika anak-anak masuk usia SMP," ujar Syakur.

Syakur meminta para kepala desa memastikan tidak ada anak usia SMP di wilayahnya yang putus sekolah, sebagai upaya untuk meningkatkan Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Garut yang pada tahun 2024 tercatat hanya 7,84 tahun.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mendapatkan data akurat mengenai anak usia SMP yang tinggal di setiap desa, agar dapat dipastikan apakah mereka sudah bersekolah atau belum.

Bupati Garut juga menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Kalau ada yang tidak punya seragam, buku, atau kebutuhan sekolah lainnya, beri tahu kami. Kami akan carikan bantuan dari Baznas atau bank bjb. Pokoknya, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.

Syakur juga meminta Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti jika ada kebutuhan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di wilayah-wilayah yang memiliki banyak anak usia SMP namun belum bersekolah, guna memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki angka partisipasi pendidikan di Kabupaten Garut dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemko Bandung Tegas, Tak Ada Toleransi Kelalaian di Fasilitas Kesehatan
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau sebagai Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau 2025
Coaching Clinic Indonesia-Prancis Resmi Digelar, Dorong Sepak Bola Putri ke Level Global
Kemenkes RI Gandeng IUHW Jepang, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Agresivitas Garuda Muda Dipuji, John Herdman Beri Pesan ke Kurniawan Dwi Yulianto Jelang Piala AFF U-17 2026
komentar
beritaTerbaru