Sabtu, 11 April 2026

Prof Nyayu: Mewujudkan Insan Humanis Melalui Kurikulum Berbasis Cinta

Rabu, 05 Maret 2025 09:08 WIB
Prof Nyayu: Mewujudkan Insan Humanis Melalui Kurikulum Berbasis Cinta
Direktur KSKK Madrasah Prof Nyayu Khodijah. (Dok/Kemenag)
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah tengah merancang Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya membentuk peserta didik yang humanis, toleran, dan berakhlak mulia.

Kurikulum ini bertujuan untuk merekonstruksi sistem pendidikan agar melahirkan generasi yang mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.

Direktur KSKK Madrasah, Prof Nyayu Khodijah, menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan moral peserta didik.

"Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral," ujar Nyayu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/2/2025).

Ia menambahkan, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan untuk menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kesetaraan, terutama di tengah fenomena dehumanisasi yang semakin tampak di masyarakat.

Kurikulum ini akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Menurut Nyayu, Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum baru, melainkan akan diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada.

"Fenomena ketakutan, kebencian, dan konflik sosial semakin meningkat. Oleh karena itu, nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan cinta harus menjadi bagian dari sistem pendidikan," jelasnya.

Dalam penerapannya, kurikulum ini akan dijalankan melalui tiga tahapan utama:

1. Apersepsi – Mengaitkan pelajaran dengan kesadaran mencintai Tuhan, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negara.

2. Inti Pembelajaran – Mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam setiap materi yang relevan.

3. Refleksi – Evaluasi diri, pemaknaan, dan tindak lanjut dalam kehidupan sehari-hari yang mengutamakan sikap saling menghargai dan menyayangi.

Nyayu menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Dengan hadirnya kurikulum ini, peserta didik madrasah diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai moral dan humanis sejak dini agar terwujud generasi Indonesia yang unggul," tutupnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Tali Asih untuk Atlet Sumut Peraih 30 Medali SEA Games 2025
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 M ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol
KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi
Mantan Direktur DSI Ditahan Bareskrim, Penyidikan Kasus Terus Berlanjut
OJK Jawa Barat Gencarkan Literasi Keuangan dan Perkuat Ekonomi Daerah di Awal 2026
Indonesia Bidik Peluang Ekspor Pupuk Global di Tengah Gangguan Distribusi Selat Hormuz
komentar
beritaTerbaru