Sabtu, 13 Juni 2026

Pemerintah Bersinergi Dukung Tumbuh Kembang Anak Lewat Kebijakan Pendidikan

Rabu, 05 Februari 2025 09:25 WIB
Pemerintah Bersinergi Dukung Tumbuh Kembang Anak Lewat Kebijakan Pendidikan
Menteri Abdul Mu’ti bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, serta Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menghadiri kegiatan Pagi Ceria Car Free Day di depan Kantor Kemendikdasmen, Minggu (2/2/2025). (Dok/Kemendi
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat upaya dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui berbagai program pendidikan dan penguatan karakter.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah sosialisasi kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, serta peluncuran album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU).

Kegiatan ini berlangsung dalam acara Pagi Ceria Car Free Day di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Minggu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu ti, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kebijakan yang mendukung pendidikan anak usia dini serta membangun karakter sejak dini.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah peluncuran album KICAU, yang berisi lagu-lagu edukatif sesuai dengan usia anak.

"Menanamkan karakter, cinta tanah air, kepedulian terhadap alam, serta nilai-nilai luhur lainnya adalah tujuan utama dari program ini," ujar Menteri Mu ti.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menambahkan bahwa program ini juga berkolaborasi dengan kementeriannya untuk menciptakan ruang bagi anak-anak agar lebih aktif di masyarakat.

"Poin keenam dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu ‘Bermasyarakat’, sangat sejalan dengan program kementerian kami. Anak-anak tidak hanya berdiam diri setelah pulang sekolah, tetapi juga perlu aktif dalam kegiatan sosial. Untuk itu, kami menghadirkan ‘Ruang Bersama Indonesia’, tempat bagi anak-anak untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara positif," jelas Arifah Fauzi.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut menyoroti pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan fisik bagi anak-anak.

"Kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi langsung agar anak-anak tumbuh dengan sehat dan seimbang," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa paparan digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental serta perkembangan sosial anak.

"Kami melihat peningkatan kasus gangguan kecemasan dan kurangnya keterampilan sosial pada anak akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia digital. Oleh karena itu, kami mendukung pembatasan penggunaan media digital yang berlebihan serta mendorong lebih banyak interaksi sosial langsung guna mendukung perkembangan anak secara optimal," jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter, album KICAU akan disosialisasikan melalui berbagai platform digital, termasuk YouTube dan laman resmi Kemendikdasmen.

Album ini juga akan didistribusikan dalam bentuk diska lepas serta diperkenalkan di Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta layanan pendidikan anak lainnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, sehat, dan cinta tanah air.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berkualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Jateng Jadi Role Model Nasional CKG, Program Speling Dongkrak Partisipasi Masyarakat
Pemprov Jateng Gratiskan Pendidikan untuk 231 Ribu Siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bobby Nasution Ajak Kepala Daerah se-Sumut Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Indonesia Hadapi Kamboja dalam Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Korea Selatan Raih Kemenangan Perdana, Tundukkan Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan atas Afrika Selatan
komentar
beritaTerbaru