Jumat, 21 Agustus 2026

Kemenkeu Miliki Program Keringanan Utang, Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan Utang hingga 80 Persen

Kamis, 08 Desember 2022 01:00 WIB
Kemenkeu Miliki Program Keringanan Utang, Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan Utang hingga 80 Persen
Direktur Perumusan Kekayaan Negara DJKN Kementerian Keuangan Encep Sudarwan.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) memiliki program keringanan utang atau crash program, salah satunya menyasar mahasiswa yang tidak mampu membayar uang kuliah.

"Dalam program itu, terdapat keringanan utang atas sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) atau uang kuliah hingga 80 persen," kata Direktur Perumusan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Encep Sudarwan, Kamis (8/12/2022).

Menurutnya, pihak kampus atau universitas perlu aktif mendorong mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk mengikuti program keringanan utang.

Program itu membuat mahasiswa aktif, maupun mereka yang telah keluar kampus, dapat tetap memenuhi kewajibannya atas uang kuliah.

"Ternyata banyak mahasiswa yang perlu bantuan (lewat program) keringanan utang," ujarnya.

Pada 2022, terdapat 237 mahasiswa yang mengikuti program keringanan utang. Jumlahnya berkurang dari 2021 dengan 254 mahasiswa sesuai berkas kasus piutang negara (BKPN).

Mahasiswa debitur program keringanan utang berasal dari berbagai kampus, terbanyak dari Universitas Negeri Malang, yakni 171 mahasiswa.

Universitas Tanjungpura 37 mahasiswa, Universitas Negeri Sembilanbelas November Kolaka 23 mahasiswa, dan Politeknik Negeri Jakarta 23 mahasiswa.

Selain itu, crash program pun dapat mencegah mahasiswa drop out karena alasan keuangan.

Peranan kampus menjadi penting dalam menyosialisasikan program tersebut, agar mahasiswa yang kesulitan finansial dapat tetap menyelesaikan kewajibannya.

Ia menjelaskan bahwa program keringanan utang dapat mendukung penurunan outstanding piutang negara dan jumlah BKPN yang ada di Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).

Hingga 4 Desember 2022, penurunan outstanding utang tercatat telah mencapai Rp 2,97 triliun, dengan penyelesaian 14.494 BKPN. Adapun, penyelesaian 2.121 BKPN tercatat berjalan melalui crash program.
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
USU Catat Sejumlah Capaian dan Perkuat Ambisi Menuju Kampus Berdaya Saing Global
Presiden Prabowo Apresiasi Petugas Upacara HUT ke-81 RI di Hambalang
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Kota Medan
Operasi Damai Cartenz Kawal Upacara HUT ke-81 RI di Yahukimo hingga Berlangsung Aman
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026
883 Calon Jemaah Haji Batang Jalani Pemeriksaan Kesehatan
komentar
beritaTerbaru