Minggu, 08 November 2026

Kemendikdasmen Targetkan 14 Ribu Desa Miliki Akses PAUD, Revitalisasi 19.940 Sekolah

Minggu, 08 November 2026 17:00 WIB
Kemendikdasmen Targetkan 14 Ribu Desa Miliki Akses PAUD, Revitalisasi 19.940 Sekolah
Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti dalam kegiatan Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan PKS Program Revitalisasi Satuan PAUD Angkatan ke-90 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mempercepat pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, upaya tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun, menyusul masih adanya sekitar 14.000 desa yang belum memiliki fasilitas taman kanak-kanak (TK).

Pemerintah menargetkan seluruh wilayah tersebut dapat terjangkau fasilitas PAUD pada akhir periode ini. Untuk mewujudkannya, Kemendikdasmen memperkuat pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan, pemberian bantuan bagi murid, serta peningkatan kualifikasi guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan pemerataan akses PAUD perlu menjadi perhatian serius karena kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah masih cukup besar.

"Masih ada dalam data kami 14.000 desa yang belum memiliki taman kanak-kanak," ujar Abdul Mu'ti dalam kegiatan Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi Satuan PAUD Angkatan ke-90 di Jakarta, pada 3 November 2026.

Menurutnya, meskipun sebagian besar desa di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat telah memiliki fasilitas TK, masih banyak daerah yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Selain memperluas akses, Kemendikdasmen juga memperketat pengawasan penggunaan anggaran revitalisasi agar seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

Abdul Mu'ti meminta seluruh penerima bantuan mengelola anggaran secara transparan dan berintegritas. Sekolah juga diberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan revitalisasi sesuai kebutuhan di lapangan, tetapi tetap wajib memenuhi ketentuan administrasi dan pertanggungjawaban.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan PNFI Gogot Suharwoto menyampaikan bahwa sasaran Program Revitalisasi Satuan PAUD tahun 2026 mencapai 19.940 sekolah.

Jumlah tersebut terdiri atas 3.865 sekolah melalui jalur reguler dan 16.075 sekolah melalui Alokasi Biaya Tambahan (ABT).

Hingga saat ini, sebanyak 17.267 sekolah PAUD telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan total nilai bantuan mencapai Rp10,9 triliun.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan yang sebagian besar dikelola masyarakat.

Tercatat sekitar 95 persen satuan PAUD di Indonesia merupakan lembaga pendidikan swasta atau dikelola secara mandiri oleh masyarakat, sedangkan 5 persen lainnya merupakan sekolah negeri.

Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap murid dan tenaga pendidik.

Mulai 2026, Kemendikdasmen menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp450.000 per tahun bagi murid TK. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk 888.000 anak yang akan memasuki jenjang sekolah dasar.

Sementara itu, guru TK yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4/S1 mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Editor
: Administrator
beritaTerkait
169 Talenta Muda Terima Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Siap Lanjutkan Pendidikan Tinggi
Kemendikdasmen Revitalisasi 836 SLB, Prioritaskan Fasilitas Ramah Disabilitas
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Isi Peluang Kerja Caregiver di Luar Negeri
ImajiNation 2026 Masuki Babak Final, 6.800 Peserta dari 38 Provinsi Ikuti Kompetisi Koding Visual
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi dan Kesejahteraan Guru di Bulan Guru Nasional 2026
Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Kebahasaan dan Kesastraan, Perkuat Budaya Literasi
komentar
beritaTerbaru