Minggu, 08 November 2026

Pemprov Jateng Perluas Akses Beasiswa Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu

Minggu, 08 November 2026 11:55 WIB
Pemprov Jateng Perluas Akses Beasiswa Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima audiensi pimpinan Stikom Semarang di ruang kerjanya, Jumat (6/11/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi swasta.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menerima audiensi pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Semarang di ruang kerjanya, pada 6 November 2026.

Dalam pertemuan itu, Taj Yasin mengapresiasi langkah Stikom Semarang yang turut memberikan kesempatan kepada masyarakat Jawa Tengah, khususnya kalangan kurang mampu, untuk memperoleh pendidikan tinggi melalui program beasiswa.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan program bantuan pendidikan.

Ia menjelaskan, Pemprov Jateng selama ini juga terus mengembangkan program beasiswa bagi berbagai kalangan, termasuk para santri. Bantuan pendidikan tersebut telah disalurkan kepada santri dan mahasiswa asal Jawa Tengah yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, bahkan hingga luar negeri.

"Kami juga akan mencoba menyosialisasikan peluang beasiswa Stikom ini kepada para santri. Kami membentuk LFSP (Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren) yang terdiri atas dosen, pengasuh pesantren, dan tokoh masyarakat, untuk memfasilitasi pemberian beasiswa kepada para santri," ujar Gus Yasin.

Sementara itu, Ketua Stikom Semarang, Hedy Rahmat, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan Pemprov Jateng dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia menegaskan, Stikom Semarang melalui Yayasan Panca Bakti Semarang berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama dengan menyediakan peluang beasiswa bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

"Kami ingin tidak ada lagi anak-anak Jawa Tengah yang tidak bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Stikom Semarang hadir untuk memberikan kesempatan tersebut, melalui beasiswa yang telah disediakan yayasan," kata Hedy.

Lebih lanjut, Hedy menilai pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Karena itu, Stikom Semarang berupaya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Ia berharap, kerja sama dengan Pemprov Jateng dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak anak muda di Jawa Tengah memperoleh kesempatan mengembangkan potensi diri melalui pendidikan tinggi.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pemerataan akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Tengah agar mampu bersaing dan menghadapi tantangan di era digital. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Speling Jateng Jangkau 1.660 Desa, Layani Lebih dari 133 Ribu Warga
169 Talenta Muda Terima Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Siap Lanjutkan Pendidikan Tinggi
Jelang Nataru 2026-2027, Gubernur Jateng Perkuat Satgas Pengendalian Harga Pangan
99,3 Persen PAUD di Jawa Tengah Dikelola Masyarakat, Pemprov Dorong Pemerataan Pendidikan
Pemprov Jateng Perkuat Pengendalian Inflasi, Hampir 2.000 Operasi Pasar Digelar
Polri Nonaktifkan Empat Personel Usai Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
komentar
beritaTerbaru