Sabtu, 07 November 2026

KPK Gelar Festival Film Antikorupsi 2026, Sebanyak 46 Film Pendek Siap Ditayangkan

Sabtu, 07 November 2026 09:10 WIB
KPK Gelar Festival Film Antikorupsi 2026, Sebanyak 46 Film Pendek Siap Ditayangkan
Ketua KPK Setyo Budiyanto saat membuka Festival Film Antikorupsi 2026, Selasa (3/11/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat kampanye pendidikan antikorupsi melalui pendekatan kreatif. Dilansir dari laman KPK, salah satunya dengan menggelar Festival Film Antikorupsi 2026 yang menghadirkan 46 film pendek bertema integritas dan kehidupan sosial masyarakat.

Festival yang menjadi bagian dari Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) ke-12 ini berlangsung pada 3-5 November 2026 di Gedung ACLC KPK, Jakarta, dengan mengusung tema The Archipelago Speaks: A Nation of Stories, A Movement of Voices.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, festival tersebut bukan sekadar ajang apresiasi bagi para sineas, melainkan juga menjadi sarana menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat melalui karya audiovisual.

Menurutnya, film memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran publik karena mampu menggambarkan persoalan integritas melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Harapan saya, film-film ini tidak berhenti hanya sampai di festival. Bagaimana karya-karya ini bisa menjangkau ruang yang lebih luas, termasuk melalui jaringan bioskop," ujar Setyo saat membuka Festival Film Antikorupsi 2026, pada 3 November 2026.

Ia berharap film pendek antikorupsi dapat ditayangkan di berbagai ruang publik, termasuk sekolah, sehingga pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian dapat terus diingat serta diterapkan masyarakat.

Setyo juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sineas, komunitas, dan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan kampanye antikorupsi melalui seni dan budaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Cahya H Harefa menambahkan, ACFFEST merupakan ruang pembelajaran bersama yang mengajak masyarakat memahami nilai integritas melalui cerita dan pengalaman sehari-hari.

Menurutnya, film dapat membantu masyarakat memahami berbagai dilema moral, mulai dari tanggung jawab, keadilan, hingga keberanian mengambil keputusan yang benar.

"Terkadang, pesan akan lebih mudah kita tangkap melalui sebuah cerita dibandingkan hanya mendengarkan sosialisasi. Karena itu, kami berharap karya-karya ini tidak hanya ditonton, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk melakukan kebaikan sosial dan membiasakan perilaku berintegritas," tutur Cahya.

Ia menilai para sineas memiliki peran penting dalam mengangkat berbagai persoalan sosial menjadi karya yang mengandung pesan edukatif. Termasuk mengajak masyarakat berani menolak dan tidak menikmati sesuatu yang diketahui berasal dari hasil korupsi.

Dukungan terhadap pemanfaatan film sebagai media pendidikan antikorupsi juga disampaikan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia Naswardi.

Ia menilai penyelenggaraan ACFFEST selama 12 tahun merupakan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga lain dalam menyampaikan pesan publik melalui karya audiovisual.

Berdasarkan data LSF, jumlah penonton film nasional melalui jaringan bioskop sepanjang 2025 mencapai sekitar 80,2 juta orang dengan 280 judul film yang ditayangkan.

Naswardi menyebut angka tersebut menunjukkan besarnya potensi industri perfilman untuk memperluas jangkauan edukasi antikorupsi.

"Bayangkan jika puluhan juta penonton tersebut juga dapat dijangkau dengan pesan-pesan pendidikan antikorupsi dan penguatan integritas. Ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan bersama," ungkap Naswardi.

Ia menegaskan LSF siap mendukung kolaborasi dengan KPK, termasuk melalui pemanfaatan jaringan dan ekosistem perfilman nasional untuk memperkuat literasi antikorupsi sejak dini.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, kompetisi ACFFEST menerima sebanyak 1.105 karya yang terbagi dalam lima kategori, yakni Ide Cerita Film Pendek, ACFFEST Regional Barat, Film Pendek Fiksi, Film Pendek Pelajar, dan Film Pendek Vertikal.

Sementara itu, Festival Film Antikorupsi 2026 menghadirkan 46 film pendek yang dikemas dalam 10 tema dan diputar melalui 10 sesi selama tiga hari.

Beberapa tema yang diangkat di antaranya Her Side of The Story yang menyajikan kisah dari perspektif perempuan, Little Voice yang memperlihatkan nilai integritas dari sudut pandang anak-anak, serta Small Problems, Big Problems yang mengemas persoalan integritas melalui pendekatan humor.

Beragam tema tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa nilai antikorupsi tidak hanya berkaitan dengan persoalan besar, tetapi juga tercermin dalam pilihan sederhana sehari-hari.

Setyo berharap ACFFEST terus menjadi ruang kreatif bagi sineas untuk menghadirkan cerita yang merepresentasikan keberagaman perspektif masyarakat Indonesia.

Festival Film Antikorupsi 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2026. Melalui festival ini, KPK berharap pesan integritas tidak hanya berhenti di layar, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk mewujudkan perilaku antikorupsi dalam kehidupan nyata.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pengawas KPK Benny Mamoto, Deputi Informasi dan Data KPK Eko Marjono, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza, serta perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, mitra internasional, dan komunitas perfilman. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Tekankan Budaya Antikorupsi, Integritas Jadi Fondasi Poltekkes Semarang Menuju Kampus Internasional
KPK Raih Penghargaan Nagara Dana Abisatya dari Kemenkeu atas Pemulihan Aset Korupsi
KPK Minta BUMN dan Swasta Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi
KPK Ungkap 18 Penyimpangan Kasus Kuota Haji, Kerugian Negara Capai Rp622 Miliar
KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada 100 Pelajar Lewat Film dan Edukasi Museum
KPK Jajaki Kerja Sama Antikorupsi dengan Rusia, MoU Ditargetkan Ditandatangani 2027
komentar
beritaTerbaru