Kemendikdasmen juga berharap panduan keluarga tersebut dapat diintegrasikan ke dalam fitur Ruang Orang Tua pada platform Rumah Pendidikan agar semakin mudah diakses dan dimanfaatkan masyarakat.
Perwakilan Yayasan AIERA, Suraida Syukur, mengatakan penerjemahan panduan ke bahasa Indonesia dilakukan untuk memperluas akses masyarakat sekaligus mendekatkan materi dengan konteks kehidupan keluarga Indonesia.
Ia berharap panduan tersebut tidak hanya dibaca, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan diskusi dan pelatihan bagi orang tua serta pendidik di sekolah maupun komunitas.
Melalui peluncuran panduan ini,
Kemendikdasmen bersama
UNESCO berharap keluarga dan pendidik semakin siap mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi digital.
Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh menjadi pengguna teknologi yang kritis, bijak, aman, dan bertanggung jawab. (R)
beritaTerkait
komentar