Minggu, 01 November 2026

Kemendikdasmen Perkuat Literasi Digital Anak, Orang Tua dan Guru Diminta Aktif Mendampingi

Minggu, 01 November 2026 15:35 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Literasi Digital Anak, Orang Tua dan Guru Diminta Aktif Mendampingi
Kegiatan Diskusi Nasional dan Lokakarya Penguatan Literasi Media dan Informasi melalui Pendidikan yang digelar di Kantor Kemendikdasmen, Kamis (29/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mendorong penguatan literasi media dan informasi melalui pendidikan untuk membekali anak-anak agar mampu berpikir kritis, mengenali informasi hoaks, serta menggunakan teknologi digital secara bijak dan aman.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Nasional dan Lokakarya Penguatan Literasi Media dan Informasi melalui Pendidikan yang digelar di Kantor Kemendikdasmen, pada 29 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Pekan Literasi Media dan Informasi Global 2026 (Global Media and Information Literacy Week).

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen RI Yudhistira Nugraha mengatakan anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, mulai dari internet, media sosial hingga kecerdasan artifisial (AI).

Namun, kemampuan anak dalam mengoperasikan teknologi tidak selalu diiringi pemahaman mengenai risiko dan dampak penggunaannya. "Walaupun anak-anak kita mampu menggunakan teknologi, belum tentu mereka mampu untuk menggunakannya dengan bijak dan aman," ujar Yudhistira.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan agar anak tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya.

Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah guided learning atau pembelajaran terbimbing. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk menemukan jawaban melalui proses berpikir dengan panduan, bukan sekadar menerima jawaban secara langsung.

Yudhistira juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak memeriksa sumber dan konteks informasi. Sebab, informasi lama yang kembali beredar di media sosial berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak diverifikasi terlebih dahulu.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya disinformasi dan hoaks, Kemendikdasmen juga melakukan advokasi dan edukasi melalui akun Instagram Jaga Pendidikan.

Selain kemampuan memilah informasi, perlindungan data pribadi dan kesadaran terhadap jejak digital juga perlu ditanamkan sejak dini. Anak-anak harus memahami bahwa konten yang diunggah ke internet berpotensi tersimpan dan disebarluaskan kembali oleh orang lain.

Ia menegaskan, penguatan literasi media dan informasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun sekolah. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan media untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Orang tua dan guru juga diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak agar mereka tidak takut menceritakan persoalan yang dialami di ruang digital. Pendampingan yang baik dinilai penting agar anak merasa aman dan mendapatkan solusi ketika menghadapi berbagai risiko di dunia maya.

Dalam kesempatan tersebut, Yudhistira turut menyambut peluncuran Panduan Keluarga UNESCO versi bahasa Indonesia bertajuk Tumbuh di Dunia yang Terhubung: Panduan Keluarga Era Digital.

Ia berharap panduan tersebut dapat menjadi referensi praktis bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi, sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemendikdasmen juga berharap panduan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam fitur Ruang Orang Tua pada platform Rumah Pendidikan sehingga dapat semakin mudah diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Pendidikan, Revitalisasi 59 Ribu Sekolah dan Salurkan 300 Ribu IFP
Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta, Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini
Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kemendikdasmen Buka Ujian Susulan TKA pada 30 Oktober, Siswa Terdampak Gangguan Jaringan Bisa Ikut
Kemendikdasmen Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara
Kemendikdasmen Gelar Kompetisi Juara Kelas Indonesia, Libatkan Sekolah dari 38 Provinsi
komentar
beritaTerbaru