Sabtu, 31 Oktober 2026

Tiga Siswa SMP Jadi Wali Kota Pelajar, Rico Waas Beri Kesempatan Duduk di Kursi Pimpinan

Sabtu, 31 Oktober 2026 11:45 WIB
Tiga Siswa SMP Jadi Wali Kota Pelajar, Rico Waas Beri Kesempatan Duduk di Kursi Pimpinan
Pengalaman istimewa dirasakan tiga siswa SMP yang terpilih sebagai Wali Kota Pelajar, Wakil Wali Kota Pelajar, dan Sekda Pelajar saat berkunjung ke Kantor Wali Kota Medan, pada 30 Oktober 2026.

Medan (buseronline.com) - Pengalaman istimewa dirasakan tiga siswa SMP yang terpilih sebagai Wali Kota Pelajar, Wakil Wali Kota Pelajar, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pelajar saat berkunjung ke Kantor Wali Kota Medan, pada 30 Oktober 2026.

Mereka mendapat kesempatan duduk di kursi yang biasa ditempati Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ketika memimpin rapat pemerintahan.

Kesempatan tersebut diberikan langsung oleh Rico Waas untuk memberikan gambaran kepada para pelajar tentang tanggung jawab dan suasana menjadi seorang pemimpin pemerintahan.

Kunjungan itu merupakan bagian dari kegiatan Pembelajaran Pemerintah Cilik Berbasis Pengenalan Cagar Budaya Kota Medan yang diikuti 20 siswa SMP.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak para siswa mengenal sejarah Balai Kota Medan, bangunan-bangunan bersejarah, serta sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan para pelajar sekaligus menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap Kota Medan.

Rico menjelaskan, gedung Balai Kota Medan dibangun sekitar 1989 dan mulai difungsikan pada 1990. Sebelumnya, Wali Kota Medan berkantor di bangunan bersejarah Grand City Hall bersama Sekretaris Daerah.

Selain itu, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah bangunan bersejarah, seperti Bank Indonesia, Kantor Pos yang kini menjadi Pos Bloc, kawasan Kesawan, rumah Tjong A Fie, London Sumatera, Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, dan Taman Sri Deli.

Menurut Rico, bangunan bersejarah tersebut memiliki nilai penting karena menjadi daya tarik sekaligus identitas Kota Medan.

"Fungsinya bisa kita lihat sebagai sebuah bangunan monumental yang menjadi daya tarik dan yang kedua menjadi identitas kota ini," ujarnya.

Tidak hanya sejarah, Rico juga memberikan pemahaman mengenai pembagian tugas organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan memiliki kewenangan mengelola pendidikan PAUD, TK, SD hingga SMP.

Sedangkan pendidikan SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Para pelajar juga mendapatkan penjelasan mengenai sumber pendapatan daerah, termasuk pajak masyarakat yang dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program dan pembangunan kota.

Ia menekankan bahwa pengelolaan anggaran pemerintah harus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Airin Rico Waas Ajak YP ADHA Perkuat Penanganan HIV/AIDS di Kota Medan
Wakil Wali Kota Medan Dukung Duta Menulis Sumut 2026, Siap Perbanyak Perpustakaan
Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maksimal Rp6 Juta per Semester
Wali Kota Medan Ajak Santri Kuasai Teknologi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Rico Waas Dorong Galeri Mustika Deli Jadi Pusat Promosi Produk UMKM Medan
MFCF 2026 Meriah, Karya Desainer Lokal Medan Pukau Pengunjung
komentar
beritaTerbaru