Semarang (buseronline.com) - Bunda Literasi Kabupaten Semarang Peni Yulianingsih Ngesti Nugraha mendorong peningkatan budaya membaca sejak usia dini melalui kunjungan ke SDN Wonorejo 03, Kecamatan Pringapus, pada 15 Oktober 2026.
Dilansir dari laman Jatengprov, kedatangannya disambut antusias oleh para siswa. Suasana semakin meriah dengan hadirnya mobil perpustakaan keliling milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten
Semarang yang membawa beragam buku bacaan menarik bagi para siswa.
Pengawas Korwil Pendidikan Pringapus, Supiyati menyampaikan bahwa SDN Wonorejo 03 saat ini memiliki 269 siswa. Namun, sekolah tersebut belum memiliki ruang perpustakaan yang memadai dan baru menyediakan pojok baca sederhana.
"Kami berharap dukungan
Bunda Literasi untuk membantu mewujudkan perpustakaan di sini," ungkap Supiyati.
Menanggapi hal tersebut, Peni menegaskan pentingnya sosialisasi gemar membaca kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan terhadap buku sejak dini.
Ia juga meminta para guru untuk membiasakan siswa membaca buku setiap hari, meskipun hanya dalam waktu beberapa menit.
"Bapak/Ibu Guru, saya minta terus mengajak para siswa untuk membaca buku. Bahkan, setiap hari selama beberapa menit itu sangat bermanfaat bagi siswa," ujarnya.
Terkait kebutuhan ruang perpustakaan di SDN Wonorejo 03, Peni meminta Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten
Semarang melakukan kajian secara menyeluruh, termasuk kemungkinan merealisasikan pembangunan perpustakaan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbudpora Kabupaten
Semarang, Aji Mart Yogi, mengakui masih terdapat sejumlah sekolah dasar yang belum memiliki ruang perpustakaan yang memadai.
"Terkait ruang perpustakaan di SDN Wonorejo 03, kami akan usulkan di 2027 melalui perubahan anggaran," terangnya.
Dukungan terhadap peningkatan literasi juga disampaikan Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Semarang, Yiyi Setyaningtyas. Ia menyatakan kesiapan instansinya untuk membantu penyediaan buku bacaan bermutu bagi para siswa.
Selain mendorong budaya membaca, kunjungan tersebut juga diisi dengan dialog interaktif antara
Bunda Literasi dan para siswa mengenai tujuh kebiasaan sehat anak Indonesia. Para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah khusus sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan minat baca siswa semakin meningkat serta dukungan terhadap penyediaan sarana perpustakaan di sekolah dapat segera diwujudkan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. (R)
beritaTerkait
komentar