Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung mendorong penguatan pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Dilansir dari laman Jabarprov, langkah ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, di Pendopo Kota Bandung, pada 10 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki potensi besar dalam menyiapkan calon pekerja migran terampil melalui keberadaan perguruan tinggi, politeknik, sekolah vokasi, dan berbagai lembaga pendidikan lainnya.
Menurutnya, potensi pendidikan yang dimiliki Kota Bandung perlu dioptimalkan agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap peluang kerja, termasuk di sektor industri luar negeri.
Farhan juga menekankan pentingnya membuka kesempatan bagi calon pekerja migran dari berbagai latar belakang, termasuk lulusan pendidikan vokasi dan masyarakat dari keluarga berpendapatan rendah.
Sementara itu, Christina Aryani menjelaskan bahwa sejumlah negara masih membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia. Bidang pekerjaan yang memiliki peluang penempatan antara lain pengelasan (welder), perawatan lansia (caregiver), manufaktur, dan perhotelan (hospitality).
Beberapa negara yang menjadi tujuan potensial penempatan pekerja migran Indonesia meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta sejumlah negara Eropa lainnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui pelatihan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi sesuai persyaratan pekerjaan di negara tujuan.
Persiapan kompetensi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan calon pekerja sekaligus mempertemukan kualifikasi mereka dengan kebutuhan perusahaan di luar negeri.
beritaTerkait
komentar