Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Command Center, Kantor Wali Kota Medan, pada 12 Oktober 2026.
Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (
Mendagri)
Muhammad Tito Karnavian tersebut membahas berbagai tantangan ekonomi nasional serta langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah, dalam kegiatan tersebut bersama jajaran terkait.
Dalam arahannya,
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi.
Menurutnya, tekanan inflasi dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak terhadap harga minyak dunia serta bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Bencana seperti kebakaran hutan dan banjir turut berpotensi mengganggu rantai pasok pangan sehingga memengaruhi ketersediaan dan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.
Tito mengungkapkan, inflasi year-on-year (yoy) pada September 2026 meningkat dari 3,19 persen menjadi 3,28 persen. Pemerintah diminta menjaga angka tersebut agar tidak terus meningkat dan membebani masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
"Kita harus menjaga betul angka ini. Kalau di atas 3,50%, harga-harga naik, maka akan sangat terasa kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di desil 1 dan 2," tegas Tito.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan tingkat mencapai 0,88 persen, lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga, Tito mengimbau pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis, seperti cabai, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
beritaTerkait
komentar