Ia berharap
ICTB 2026 dapat menghasilkan keluaran konkret berupa rekomendasi kebijakan, publikasi ilmiah, serta jaringan regional yang mampu memperkuat kolaborasi dalam jangka panjang.
Rektor Universitas IPB sekaligus anggota Dewan Pengurus SEAMEO BIOTROP dari Indonesia, Alim Setiawan, menambahkan bahwa pengetahuan ilmiah perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan praktik di lapangan.
Menurutnya, konservasi keanekaragaman hayati membutuhkan dukungan pendidikan, literasi lingkungan, inovasi teknologi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga penelitian, masyarakat, dan sektor swasta.
Melalui
ICTB 2026, para peserta diharapkan dapat memperluas jaringan kolaborasi dan menghasilkan gagasan baru dalam menghadapi tantangan konservasi keanekaragaman hayati tropis, termasuk melalui kerja sama di bidang penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar