Yuda menegaskan, Pemprov Sumut tidak membeli atau menyewa armada secara langsung, melainkan membeli layanan dari operator transportasi daerah atau pihak ketiga.
"Untuk program bus perintis ini, kita tidak menyewa atau membeli busnya, kita hanya membeli pelayanannya bekerja sama dengan operator. Sama sistemnya seperti BRT, dalam sehari pelayanannya 60 kilometer," jelasnya.
Program bus perintis tersebut direncanakan diluncurkan paling cepat pekan depan di Kabupaten Asahan dan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Yuda berharap program tersebut dapat membantu pelajar yang selama ini kesulitan memperoleh akses transportasi dari rumah menuju sekolah.
"Mudah-mudahan program ini bisa membantu pelajar yang selama ini mengalami kendala untuk menjangkau transportasi dari rumah ke sekolah," katanya. (P3)
beritaTerkait
komentar