Minggu, 20 September 2026

Indonesia Kirim 20 Kompetitor ke WorldSkills Competition 2026 di Shanghai

Minggu, 20 September 2026 14:20 WIB
Indonesia Kirim 20 Kompetitor ke WorldSkills Competition 2026 di Shanghai
Kemendikdasmen RI melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam WSC ke-48 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 kompetitor yang akan bertanding dalam 17 bidang keahlian. Selain itu, sebanyak 17 eksper (expert) turut disiapkan untuk menjalankan fungsi teknis dan penilaian selama kompetisi berlangsung.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam WSC bukan hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur kualitas pendidikan vokasi Indonesia dengan perkembangan keterampilan dan teknologi di tingkat dunia.

"Ajang di Shanghai nanti akan menjadi semacam standardisasi dari kualitas pendidikan vokasi yang ada di Indonesia," ujar Fajar di Jakarta, pada 15 September 2026.

Menurut Fajar, berbagai bidang yang dipertandingkan dalam WSC dapat memberikan gambaran mengenai jenis keahlian yang akan dibutuhkan di masa mendatang.

Karena itu, pendidikan vokasi Indonesia perlu terus beradaptasi agar tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja, termasuk di tengah kemajuan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

"Dari cabang-cabang yang dipertandingkan di Shanghai, saya rasa kita bisa meneropong bahwa prodi-prodi atau keahlian-keahlian yang akan relevan di masa depan itu apa dan saya rasa itu harus direspons oleh pendidikan vokasi di Indonesia," katanya.

Fajar menambahkan, perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan teknis. Sejumlah bidang seperti kelistrikan, plumbing, bangunan, dan konstruksi masih menjadi bagian dari kompetisi WSC.

"Di tengah gempuran kecerdasan buatan, pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis itu masih punya tempat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin mengatakan, para anggota kontingen Indonesia telah menjalani proses persiapan dan pelatihan yang panjang.

Para kompetitor berasal dari murid dan alumni SMK serta talenta dari berbagai institusi mitra industri. Mereka menjalani pelatihan selama enam bulan hingga mendekati satu tahun melalui proses seleksi dan pembinaan yang ketat.

"Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper. Namun, mereka membawa nama Indonesia. Mereka juga tidak datang dengan tiba-tiba, ada latihan yang cukup panjang, dengan seleksi yang ketat, ada perjuangan, ada kesalahan yang berulang kali dilakukan sampai pada titik menjadi ahli," kata Tatang.

Menurut Tatang, WSC merupakan panggung keterampilan terbesar di dunia yang menuntut peserta memiliki kemampuan presisi, kecepatan, kreativitas, sekaligus mampu memenuhi standar dan tolok ukur keterampilan dunia.

Ia berharap para peserta tidak hanya menjadikan medali sebagai tujuan utama dalam kompetisi di Shanghai.

"Tentu kita ingin medali, tapi jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, pulanglah membawa teknologi, pulanglah membawa standar dunia," tegasnya.

Tatang mengatakan, pengalaman yang diperoleh para kompetitor dan eksper selama mengikuti WSC di Shanghai diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan kontingen Indonesia bukan hanya ketika mampu meraih prestasi di podium, tetapi juga ketika pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi jutaan murid SMK di Tanah Air.

"Karena kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium. Kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan murid SMK di tanah air," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Indonesia Siapkan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 di Shanghai
Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026
Pembelajaran STEM Dorong Siswa Ciptakan Solusi bagi Persoalan Lingkungan
Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi di Era Digital dan AI
Kemendikdasmen Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM untuk Bentuk Generasi Kritis dan Kreatif
komentar
beritaTerbaru