Senin, 14 September 2026

1.487 Satuan Pendidikan di NTT Direvitalisasi, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun

Senin, 14 September 2026 12:55 WIB
1.487 Satuan Pendidikan di NTT Direvitalisasi, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT menjadi sasaran Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp1,208 triliun.
Revitalisasi dan Digitalisasi Berjalan Bersama

Gogot menjelaskan, revitalisasi sarana dan prasarana merupakan bagian dari ekosistem peningkatan mutu pendidikan. Program tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi berjalan beriringan dengan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kapasitas guru, serta berbagai program peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Pada 2025, dukungan digitalisasi pembelajaran di NTT telah menjangkau 8.985 satuan pendidikan dengan nilai bantuan lebih dari Rp297,27 miliar.

"Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur," ujar Gogot.

Besarnya cakupan revitalisasi pada 2026 juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, sebanyak 580 satuan pendidikan di NTT menerima dukungan pemerintah melalui program revitalisasi dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dengan total anggaran sekitar Rp603,5 miliar.

Dukungan revitalisasi pada 2025 mencakup 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, sembilan SLB, serta delapan SKB/PKBM.

Selain itu, pemerintah mendukung pembangunan empat Unit Sekolah Baru (USB) dengan total anggaran sekitar Rp14,3 miliar. Pembangunan tersebut terdiri atas tiga satuan PAUD dan satu SMA yang tersebar di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat.

Kemendikdasmen memastikan pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara akuntabel dan tepat sasaran. Pemantauan dilakukan sejak penetapan penerima, pelaksanaan pekerjaan, hingga penyelesaian dan pemanfaatan hasil revitalisasi.

Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi dan masukan terkait kondisi satuan pendidikan di lapangan. Masukan tersebut menjadi salah satu bahan bagi Kemendikdasmen dalam memperkuat pemetaan kebutuhan dan memastikan program revitalisasi semakin tepat sasaran.

Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, layak, dan nyaman bagi peserta didik di NTT. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026
Pembelajaran STEM Dorong Siswa Ciptakan Solusi bagi Persoalan Lingkungan
Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi di Era Digital dan AI
Kemenkes Kerahkan 160 Tenaga Kesehatan untuk Pulihkan Kesehatan Warga Terdampak Gempa NTT
Kemendikdasmen Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Nakes Tembus Medan Ekstrem, Layani Warga Terdampak Gempa di Ende
komentar
beritaTerbaru