Jumat, 04 September 2026

Di Tengah Kesibukan Timnas U-20, Sofie Imam Jalani Sidang Proposal Disertasi Doktor di UNS

Jumat, 04 September 2026 10:50 WIB
Di Tengah Kesibukan Timnas U-20, Sofie Imam Jalani Sidang Proposal Disertasi Doktor di UNS
Sofie Imam Faizal pada sesi latihan Timnas Indonesia U-20.

Surakarta (buseronline.com) - Pelatih fisik Timnas Indonesia U-20, Sofie Imam Faizal, menjalani sidang proposal disertasi untuk meraih gelar doktor bidang Ilmu Keolahragaan di Universitas Sebelas Maret (UNS), pada 2 September 2026.

Menariknya, agenda akademik tersebut berlangsung di tengah kesibukannya mendampingi Garuda Muda yang sedang menjalani Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos.

Sofie mengangkat penelitian berjudul "Longitudinal Tracking Perubahan Komposisi Tubuh dan VO2Max Pemain Nasional Sepakbola Indonesia U17 Menuju Kompetisi International FIFA World Cup U17."

Penelitian tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tugas Sofie sebagai performance coach dan pelatih fisik Timnas Indonesia U-20. Kajian ini berfokus pada perkembangan kondisi fisik pemain, khususnya perubahan komposisi tubuh dan VO2Max dalam periode tertentu.

Kesibukan Sofie bersama Timnas Indonesia U-20 membuat persiapan sidang proposal bukan perkara mudah. Ia harus membagi waktu antara tugas profesional dan kewajiban akademik.

Pada Senin (31/8/2026), Sofie masih mendampingi pelatih kepala Nova Arianto saat memimpin Timnas Indonesia U-20 menghadapi Malaysia. Dua hari kemudian, ia menjalani sidang proposal disertasi.

Setelah menyelesaikan agenda akademik, Sofie kembali menjalankan tugas bersama Garuda Muda. Pada Kamis (3/9/2026), ia dijadwalkan mendampingi Timnas Indonesia U-20 menghadapi Laos dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Sofie mengaku lega sekaligus bersyukur karena dapat menyelesaikan seminar proposal di tengah padatnya agenda Timnas Indonesia U-20. Menurutnya, membagi fokus antara tanggung jawab sebagai pelatih fisik dan kewajiban akademik menjadi tantangan tersendiri.

"Alhamdulillah, rasanya lega sekaligus bersyukur. Seminar proposal ini saya jalani di tengah agenda Timnas U-20 di Laos untuk Kualifikasi AFC U-20, sehingga memang ada tantangan tersendiri dalam membagi fokus antara tanggung jawab sebagai pelatih fisik dan kewajiban akademik," ujar Sofie.

Ia pun semakin termotivasi untuk menyelesaikan penelitian yang sedang dikerjakannya. "Setelah seminar ini, saya semakin termotivasi untuk menyelesaikan penelitian sekaligus terus memberikan kontribusi terbaik untuk Timnas," sambungnya.

Dalam mempersiapkan seminar proposal, Sofie harus memanfaatkan waktu di sela-sela aktivitas bersama Timnas. Selain mengikuti latihan, ia juga memiliki tanggung jawab dalam memonitor kondisi pemain, memimpin recovery, hingga mempersiapkan pertandingan.

Keterbatasan waktu dan perbedaan lokasi membuat Sofie harus menggunakan waktu istirahat serta malam hari untuk mempersiapkan materi seminar.

"Tetapi saya bersyukur semuanya bisa berjalan dengan baik. Dukungan dari Tim Departemen Performance Timnas U-20 dan head coach Nova Arianto, kampus, promotor, penguji, dan keluarga juga sangat membantu," katanya.

Disertasi yang diajukan Sofie berfokus pada longitudinal tracking perubahan komposisi tubuh dan VO2Max pemain Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Dunia U-17.

Penelitian ini menempatkan kondisi fisik sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan performa pemain sepak bola usia muda.

Ketua Penguji Febriani Fajar Ekawati SPd MOr PhD menilai penelitian Sofie berpotensi memberikan dampak positif terhadap pengembangan kajian sport science, terutama dalam cabang olahraga sepak bola.

"Masukan saya untuk proposal ini adalah diperkuat dengan teori-teori yang mendasari pemilihan variabel-variabel yang akan diteliti, perjelas kerangka berpikir penelitian, dan perjelas penggunaan analisis datanya dalam desain longitudinal ini," ujarnya.

Masukan serupa juga diberikan promotor Prof Dr Sapta Kunta Purnama dan co-promotor Rumi Iqbal Doewes SPd MOr PhD.

Keduanya menilai penelitian tersebut memiliki topik yang strategis dan relevan dengan kebutuhan pengembangan sport science di Indonesia.

Meski demikian, penelitian tersebut masih perlu diperkuat, terutama dari sisi kajian teori dan kontribusi ilmiahnya.

"Namun, perlu direvisi dan diperkuat kajian teori sehingga layak sebagai disertasi doktoral yang memiliki kontribusi ilmiah tinggi dan berpotensi menjadi salah satu disertasi sport science sepak bola paling kuat yang pernah dihasilkan di Indonesia," ungkapnya.

Penelitian Sofie diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi pengembangan sepak bola Indonesia, khususnya dalam pembinaan pemain usia muda yang semakin mengedepankan pendekatan berbasis data dan sport science. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Timnas Indonesia vs Malaysia 28 September, Jadi Laga Krusial FIFA ASEAN Cup 2026
John Herdman Catat Lima Kemenangan Bersama Timnas Indonesia, Gagal di Piala AFF Jadi Sorotan
Timnas Indonesia Berpeluang Turunkan Skuad Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026
Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Erick Thohir Pastikan PSSI Evaluasi Timnas Indonesia
Erick Thohir Ungkap Rencana Besar Piala Presiden 2027: Berubah Jadi Turnamen Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ulangi Catatan Buruk 12 Tahun Lalu
komentar
beritaTerbaru