Kamis, 03 September 2026

Transisi PAUD ke SD Tak Hanya Soal Baca Tulis, Anak Perlu Siap Secara Sosial dan Emosional

Kamis, 03 September 2026 17:35 WIB
Transisi PAUD ke SD Tak Hanya Soal Baca Tulis, Anak Perlu Siap Secara Sosial dan Emosional
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono foto bersama dengan siswa saat Sosialisasi Transisi PAUD ke SD di Gedung Wanita, Selasa (1/9/2026).

Magelang (buseronline.com) - Kesiapan anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak cukup hanya dibekali kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Dilansir dari laman Jatengprov, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengelola emosi, hingga beradaptasi dengan lingkungan baru juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat Sosialisasi Transisi PAUD ke SD di Gedung Wanita, pada 1 September 2026.

Damar mengatakan, transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju SD bukan sekadar perpindahan jenjang pendidikan. Proses tersebut merupakan bagian dari perjalanan pendidikan anak yang perlu dipersiapkan secara berkelanjutan.

"Anak juga perlu siap berinteraksi dengan lingkungan baru, mampu berkomunikasi dan bekerja sama, mengelola emosi, menyelesaikan masalah sederhana," ujar Damar.

Menurutnya, kesiapan akademik bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan anak dalam memasuki jenjang SD. Rasa aman dan nyaman selama proses pembelajaran juga perlu menjadi perhatian.

Karena itu, satu tahun pendidikan di PAUD tidak boleh dipandang hanya sebagai tambahan waktu sebelum anak masuk SD. Pendidikan PAUD menjadi fondasi penting untuk membantu anak melanjutkan proses belajar pada jenjang pendidikan berikutnya.

Damar juga mendorong penguatan sinergi antara satuan PAUD dan SD. Guru PAUD dan guru SD perlu membangun komunikasi untuk memahami perkembangan masing-masing anak sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkesinambungan.

"Orang tua juga perlu dilibatkan dalam proses transisi ini," katanya.

Penguatan transisi PAUD-SD tersebut menjadi bagian dari kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang didorong Pemerintah Kota Magelang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, sosialisasi tersebut diikuti pengawas pendidikan, kepala sekolah dan guru PAUD/TK, guru SD kelas satu dan dua, organisasi mitra pendidikan, serta perwakilan orang tua.

"Kegiatan ini untuk menyatukan pemahaman bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat terhadap pentingnya satu tahun PAUD sebelum anak memasuki SD," jelas Nurwiyono.

Ia berharap, kesamaan pemahaman tersebut dapat mendorong terciptanya proses transisi PAUD-SD yang menyenangkan. Dengan demikian, anak dapat memasuki jenjang pendidikan dasar dalam suasana yang aman, ramah, dan inklusif.

Saat ini, Kota Magelang memiliki 125 satuan PAUD dan 60 TK. Keberadaan satuan pendidikan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membangun fondasi pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
100 Siswa SMP Magelang Ditempa Karakter Selama Empat Hari di SMA Taruna Nusantara
Airin Rico Waas Dilantik Jadi Bunda PAUD Medan, Fokus Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Anak
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
Kemendikdasmen Apresiasi Bengkayang Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Terpencil
Pemkab Magelang Perkuat Program MBG 3B, Sasar Ibu Hamil hingga Balita
komentar
beritaTerbaru