Selasa, 01 September 2026

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang, Siswa Masih Kekurangan Alat Praktik

Senin, 31 Agustus 2026 09:45 WIB
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang, Siswa Masih Kekurangan Alat Praktik
Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti foto dengan lainnya usai meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinabang, Selasa (25/8/2026).

Simeulue (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat pemerataan pendidikan bermutu hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, upaya tersebut dilakukan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang tidak hanya menyasar perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga penguatan sarana pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinabang, pada 25 Agustus 2026.

SMK Negeri 1 Sinabang menjadi salah satu sekolah penerima program revitalisasi. Sejumlah fasilitas baru kini telah tersedia untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kepala SMK Negeri 1 Sinabang Amaliati mengatakan revitalisasi meliputi pembangunan sembilan ruang kelas baru (RKB), tiga ruang praktik siswa (RPS), dua laboratorium IPAS, satu rumah dinas, serta satu ruang administrasi.

Pembangunan tersebut dilakukan karena sejumlah bangunan lama sekolah mengalami kerusakan cukup parah.

"Karena melihat kondisi di lapangan bahwa sekolah kami banyak yang sudah atapnya bocor, plafonnya juga sudah bocor, dindingnya sudah retak-retak, lantainya sudah pecah. Melihat kondisi seperti itu tidak nyaman untuk murid, maka kami mengusulkan untuk dilakukan revitalisasi," ujar Amaliati.

Perubahan kondisi sekolah turut dirasakan para siswa. Mulia Afiani, siswi kelas XI Kuliner, mengaku senang karena kini memiliki ruang kelas sendiri.

Sebelumnya, siswa jurusan Kuliner harus menempati laboratorium Tata Busana karena keterbatasan ruang kelas.

"Perasaannya senang. Soalnya sebelum ada kelas itu kami ditempatkan di dalam kelas lab Tata Busana. Kelas kami ini digabung sama busana," kata Mulia.

Ruang kelas baru tersebut kini berdiri tepat di depan laboratorium Kuliner. Keberadaan fasilitas itu membuat siswa lebih nyaman mengikuti pembelajaran sekaligus memudahkan mereka dalam menjalankan kegiatan praktik.

Siswi lainnya, Irene Rahmadani, juga merasakan perubahan tersebut. Menurutnya, ruang kelas baru lebih nyaman, sejuk, bersih, dan kokoh dibandingkan ruang belajar sebelumnya.

Meski kondisi bangunan sudah jauh lebih baik, siswa jurusan Kuliner masih menghadapi kendala lain, yakni keterbatasan peralatan praktik.

Irene dan Mulia mengatakan, untuk membuat berbagai produk kuliner, mereka masih menggunakan mixer rumah tangga. Peralatan tersebut bahkan kerap mengalami panas berlebih hingga mati mendadak saat digunakan.

Kondisi itu membuat kegiatan praktikum terkadang terhambat.

Kepala sekolah berharap bantuan peralatan laboratorium yang telah direncanakan pemerintah dapat segera terealisasi. Menurut Amaliati, kelengkapan peralatan praktik menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi.

"Kami berharap bantuan peralatan laboratorium dapat segera terealisasi. Karena untuk sekolah vokasi, peralatan praktik sangat penting agar siswa dapat menguasai kompetensi sesuai bidang keahliannya," ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah bukanlah tujuan akhir dari program revitalisasi.

"Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk kita meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan," kata Abdul Mu'ti.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Abdul Mu'ti didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin.

Tatang menegaskan, revitalisasi satuan pendidikan di wilayah 3T perlu dilanjutkan dengan penguatan sarana pembelajaran, khususnya peralatan praktik untuk sekolah menengah kejuruan.

Menurutnya, penyediaan peralatan praktik harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dimiliki sekolah, standar sarana dan prasarana, serta perkembangan kebutuhan dunia kerja dan industri.

"Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi perlu diikuti dengan penguatan sarana pembelajaran. Dalam pendidikan vokasi, ketersediaan peralatan praktik yang sesuai dengan kompetensi keahlian dan perkembangan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kompetensi lulusan," jelas Tatang.

Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang menjadi bukti bahwa pemerataan pendidikan di wilayah 3T membutuhkan dukungan secara menyeluruh. Perbaikan gedung sekolah memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sedangkan pemenuhan peralatan praktik menjadi langkah penting untuk meningkatkan keterampilan siswa.

Dengan sarana pembelajaran yang semakin lengkap, siswa di wilayah terluar seperti Simeulue diharapkan mampu memperoleh pendidikan berkualitas serta memiliki kompetensi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun dunia kerja. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Salurkan Rp4,18 Miliar untuk Pulihkan 71 LKP Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut
Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa
59 Sekolah di Simeulue Direvitalisasi, Pemerintah Kucurkan Puluhan Miliar untuk Perkuat Pendidikan
Kemendikdasmen Berikan Dukungan Psikososial bagi Murid dan Guru Terdampak Gempa NTT
10 Tahun NGTS, Kemendikdasmen Dorong Sekolah Jadi Agen Perubahan Gizi Anak
Kemendikdasmen Targetkan 90.447 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris
komentar
beritaTerbaru