Jumat, 28 Agustus 2026

Kemendikdasmen Luncurkan DigiSkillBadge untuk Perkuat Rekam Jejak Kompetensi Murid SMK

Jumat, 28 Agustus 2026 13:10 WIB
Kemendikdasmen Luncurkan DigiSkillBadge untuk Perkuat Rekam Jejak Kompetensi Murid SMK
Kemendikdasmen RI melalui Direktorat SMK, Dikmen Diksus, resmi meluncurkan Ekosistem DigiSkillBadge, Senin (24/8/2026).

Depok (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus), resmi meluncurkan Ekosistem DigiSkillBadge, pada 24 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, peluncuran DigiSkillBadge menjadi langkah Kemendikdasmen dalam memperkuat sistem dokumentasi dan pengakuan kompetensi murid SMK agar lebih terstruktur, berbasis bukti, dan mudah ditampilkan secara digital.

Perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah menuntut lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menunjukkan bukti atas kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Karena itu, portofolio digital dinilai semakin penting sebagai sarana untuk merekam proses, perkembangan, karya, serta capaian belajar murid.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan murid SMK perlu mulai membangun reputasi profesional sejak berada di bangku sekolah.

"Anak-anakku, jangan tunggu lulus untuk mulai membangun reputasi profesional. Mulailah sejak sekarang karena setiap proyek, sertifikat, pengalaman magang, dan karya adalah bagian dari cerita tentang siapa kalian dan apa yang mampu kalian lakukan," ujar Tatang.

Menurutnya, dokumentasi kompetensi tidak semestinya hanya dipandang sebagai kebutuhan administratif. Rekam jejak digital dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan dunia kerja.

Tatang juga mengajak dunia usaha dan dunia industri untuk berkolaborasi lebih erat dengan pendidikan vokasi dalam menemukan dan mengembangkan talenta terbaik dari SMK.

"Masa depan anak-anak kita jangan hanya dinilai dari apa yang tertulis di atas kertas, tetapi dari apa yang mampu mereka kerjakan, ciptakan, dan kontribusikan," katanya.

Sementara itu, Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa DigiSkillBadge bukan sekadar aplikasi baru, melainkan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan berbagai platform yang telah dimiliki.

Ekosistem tersebut mencakup profil kompetensi, kredensial mikro, evidence atau bukti kompetensi, serta portofolio kompetensi. Melalui sistem tersebut, berbagai keterampilan dan karya murid dapat terdokumentasi dan diverifikasi.

"DigiSkillBadge adalah jawaban untuk mewadahi kompetensi dan portofolio murid SMK yang dapat dibuktikan, dipercaya, dan dapat dilihat. Tujuan dari ekosistem ini adalah membuat kompetensi terlihat, terpercaya, bisa dibawa ke mana saja, dan terhubung dengan industri," ujar Arie.

Ia berharap murid SMK mulai membangun rekam jejak kompetensinya sejak kelas X. Dengan demikian, pengalaman belajar, proyek, sertifikat, kegiatan magang, dan karya yang dihasilkan selama bersekolah dapat menjadi bagian dari portofolio yang menunjukkan kemampuan mereka.

"Setiap keterampilan memiliki bukti, setiap karya memiliki cerita, dan setiap capaian memiliki rekam jejak," tutur Arie.

Peluncuran DigiSkillBadge sekaligus menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperkuat digitalisasi pendidikan dan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

Ekosistem ini diharapkan dapat membantu menciptakan lulusan SMK yang kompeten, percaya diri, berkarakter, serta memiliki bukti nyata atas keterampilan yang dimiliki. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Targetkan 90.447 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris
Gempa Flores Berdampak pada 1.378 Satuan Pendidikan, Pembelajaran Tetap Berjalan
Kemendikdasmen Pastikan Hak Belajar Murid Tetap Berjalan di Tengah Karhutla Kalimantan
Modular Summit 2026 Dorong Guru Ciptakan Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Interaktif
Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan Tahun 2027
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
komentar
beritaTerbaru