"DigiSkillBadge adalah jawaban untuk mewadahi kompetensi dan portofolio murid SMK yang dapat dibuktikan, dipercaya, dan dapat dilihat. Tujuan dari ekosistem ini adalah membuat kompetensi terlihat, terpercaya, bisa dibawa ke mana saja, dan terhubung dengan industri," ujar Arie.
Ia berharap murid SMK mulai membangun rekam jejak kompetensinya sejak kelas X. Dengan demikian, pengalaman belajar, proyek, sertifikat, kegiatan magang, dan karya yang dihasilkan selama bersekolah dapat menjadi bagian dari portofolio yang menunjukkan kemampuan mereka.
"Setiap keterampilan memiliki bukti, setiap karya memiliki cerita, dan setiap capaian memiliki rekam jejak," tutur Arie.
Peluncuran DigiSkillBadge sekaligus menjadi bagian dari upaya
Kemendikdasmen memperkuat digitalisasi pendidikan dan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.
Ekosistem ini diharapkan dapat membantu menciptakan lulusan SMK yang kompeten, percaya diri, berkarakter, serta memiliki bukti nyata atas keterampilan yang dimiliki. (R)
beritaTerkait
komentar