Rabu, 26 Agustus 2026

Disarpus Bandung Perluas Literasi, Hadirkan Program Digital hingga Wisata Edukasi

Rabu, 26 Agustus 2026 15:50 WIB
Disarpus Bandung Perluas Literasi, Hadirkan Program Digital hingga Wisata Edukasi
Kepala Disarpus Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari dalam Live Streaming Sonata Talkshow bersama PRFM 107.5 FM, pada 20 Agustus 2026.

Bandung (buseronline.com) - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung terus memperluas akses literasi masyarakat melalui berbagai program inovatif.

Dilansir dari laman Jabarprov, literasi tidak lagi hanya diarahkan pada aktivitas membaca buku, tetapi juga mencakup pembelajaran, diskusi, kreativitas, sejarah, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Disarpus Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan perpustakaan kini dikembangkan menjadi ruang belajar dan berkarya yang dapat diakses seluruh masyarakat.

"Kita ini tidak hanya ingin membangun budaya literasi itu menjadi satu bagian dari kehidupan sehari-hari dan juga tidak hanya sekadar aktivitas membaca buku saja. Tapi kita ingin menciptakan satu ekosistem literasi yang inklusif," ujar Kenny dalam Live Streaming Sonata Talkshow bersama PRFM 107.5 FM, pada 20 Agustus 2026.

Untuk memperluas akses layanan, Disarpus memperkuat perpustakaan di Jalan Seram Nomor 2 melalui layanan digital Maca sebagai platform e-library. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan secara digital tanpa harus selalu datang langsung ke lokasi.

Disarpus juga mengembangkan berbagai kegiatan interaktif dan kreatif untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap perpustakaan.

Salah satunya melalui program Bandung Kota Cerita yang menghadirkan informasi mengenai sejarah dan perkembangan Kota Bandung dengan menghadirkan narasumber yang kompeten sesuai tema.

Program tersebut telah memasuki pelaksanaan kelima dengan sejumlah tema, mulai dari angklung, radio antik, sejarah Bandung, hingga rencana perkembangan skateboard.

"Bandung ini kalau kita ibaratkan atau analogikan sebagai ruang belajar. Jadi tidak hanya sebagai tempat tinggal kita saja, tapi banyak sekali informasi dan cerita yang menjadi ruang belajar untuk masyarakatnya," kata Kenny.

Selain itu, Disarpus menghadirkan Pameran Milestone yang menampilkan arsip, artefak, dan buku mengenai perjalanan Kota Bandung serta tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan kota.

Menurut Kenny, arsip yang selama ini tersimpan perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar warga dapat mengetahui sejarah dan perkembangan Kota Bandung.

Upaya meningkatkan pengalaman belajar juga dilakukan melalui program study tour bagi siswa SD dan SMP. Peserta diajak mengunjungi sejumlah lokasi edukatif, di antaranya Museum Kavaleri, PT Dirgantara Indonesia, Museum Biologi, dan sejumlah tempat lainnya.

Program tersebut menggunakan konsep GLAM, yakni Gallery, Library, Archive, dan Museum. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara Disarpus, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Disarpus Kota Bandung Sudartati mengatakan Dinas Perhubungan mendukung program tersebut melalui penyediaan Bus Bandros.

Sekolah yang ingin mengikuti study tour dapat mengajukan surat kepada Disarpus Kota Bandung. Budaya membaca masyarakat juga diperkuat melalui Gempita Literasi atau Gerakan Masyarakat Pintar dalam rangkaian Jambore Literasi.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung sejak 1 Juli hingga 15 Agustus 2026 dengan dua kegiatan utama, yakni Lomba Bertutur dan Lomba Resensi. "Di Gempita itu sebenarnya sudah dimulai dari tanggal 1 Juli sampai 15 Agustus. Itu ada dua lomba, satu Lomba Bertutur dan Lomba Resensi," ujar Sudartati.

Pembekalan Lomba Resensi dijadwalkan pada 24 Agustus, sedangkan seleksi 12 besar dan final Lomba Bertutur akan berlangsung pada 5 September 2026.

Puncak Jambore Literasi direncanakan berlangsung pada 8 September 2026 di Bumi Sangkuriang dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Tidak hanya perlombaan, Disarpus juga menyiapkan kegiatan kreatif untuk anak-anak berupa mewarnai di atas bentangan kain sepanjang sekitar 21,6 meter.

"Biasanya kalau anak-anak mewarnai itu hanya selembar kertas. Tapi kita coba satu bentangan kain, mungkin panjangnya 21,6 meter," tutur Kenny.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah dan perkembangan Kota Bandung melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan dunia anak.

Melalui berbagai program tersebut, Disarpus Kota Bandung berupaya membangun ekosistem literasi yang lebih inklusif.

Literasi diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, berinovasi, berkarya, serta mengenal sejarah dan perkembangan kotanya.

"Kita ingin menciptakan satu ekosistem literasi yang inklusif, mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun, setara, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bandung," pungkas Kenny. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Garut dan Tabalong Tukar Strategi Pengembangan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
Dua Serdik Sespimma Bantu Amankan Sopir Grab yang Diduga Dianiaya Penumpang di Lembang
Bandung Great Sale 2026 Hampir Tembus 8.000 Pengunjung, Transaksi Ditargetkan Capai Rp1,5 Miliar
10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia
Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggaran Perda, Denda Capai Rp176,6 Juta
Jabar Perkuat Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak IPM
komentar
beritaTerbaru